BBS.COM | SEMARANG – Sebanyak 282 Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 menerima pembekalan. Mengenai dinamika geopolitik global dan tantangan strategis yang dihadapi Indonesia.Dalam Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akpol di Lapangan Bhayangkara Akpol. Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026).
Upacara dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dalam amanat tersebut. Kapolri menekankan pentingnya para perwira muda memahami perkembangan lingkungan strategis global yang dinilai semakin kompleks. Menurutnya, konflik di berbagai kawasan dunia, termasuk Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, serta persaingan geopolitik antarnegara besar. Memberikan dampak terhadap stabilitas keamanan, perekonomian, rantai pasok, serta ketahanan pangan dan energi dunia.
Kapolri juga menyampaikan bahwa dampak dinamika global tersebut turut dirasakan Indonesia. Ia menyebut pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan fiskal dan moneter serta program strategis. Seperti penguatan ketahanan pangan dan energi, hilirisasi industri, peningkatan investasi, dan penguatan penggunaan produk dalam negeri.
Dalam amanatnya, Kapolri juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi nasional sebagai bagian dari penjelasan mengenai kondisi perekonomian Indonesia. Pernyataan tersebut.Disampaikan sebagai bagian dari materi pembekalan kepada para calon perwira.
Selain membahas tantangan global, Kapolri menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah. Antara lain melalui penguatan ketahanan pangan dan energi. Penegakan hukum di sektor strategis, pelayanan kesehatan kepada masyarakat, perlindungan tenaga kerja, serta pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Kapolri pembekalan tersebut.Diharapkan mampu membentuk karakter perwira muda yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis kepolisian tetapi juga memahami tantangan nasional dan global. Sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.
Penutupan pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58 menjadi bagian dari proses akhir pembentukan calon perwira Polri sebelum memasuki tahapan pengabdian sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.**

