BBS.COM | TANGERANG, 27 Agustus 2026 – Sorotan terhadap pekerjaan rekonstruksi Jalan Gaga–Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, berlanjut. Setelah sebelumnya muncul sejumlah pertanyaan mengenai penggunaan material, persiapan badan jalan, pemadatan. Hingga ketebalan lapisan LC B-0, kini perhatian juga tertuju pada kelengkapan dokumentasi dan hasil pengujian teknis pekerjaan.
Proyek senilai Rp728.596.000 yang dikerjakan CV Palindo Jaya dengan masa pelaksanaan 60 hari kalender tersebu. Diharapkan dapat memenuhi seluruh ketentuan yang tercantum dalam kontrak, spesifikasi teknis, serta gambar pekerjaan.
Salah satu hal yang perlu mendapatkan penjelasan adalah terkait pengujian California Bearing Ratio (CBR). Berdasarkan pantauan di lapangan, pada saat pemeriksaan belum diperoleh atau ditunjukkan dokumen hasil pengujian CBR. Yang dapat menjadi dasar untuk memastikan daya dukung tanah dasar.

Kondisi tersebut tidak serta-merta dapat diartikan bahwa pengujian tidak pernah dilakukan. Namun, untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan, pihak terkait perlu menunjukkan dokumen atau bukti pengujian apabila pengujian memang telah dilaksanakan.
Dokumen tersebut. Antara lain dapat digunakan untuk melihat waktu pelaksanaan pengujian, lokasi titik pengujian, metode yang digunakan, nilai CBR yang diperoleh. Serta pihak yang melakukan dan bertanggung jawab terhadap pengujian.
Bukan Sekadar Persoalan Administrasi
Pengujian dan dokumentasi mutu pekerjaan bukan semata-mata persoalan administrasi. Data teknis diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi aktual pekerjaan dan menjadi bagian dari proses pengendalian mutu konstruksi.

Karena itu. Apabila terdapat tahapan pekerjaan yang belum memiliki data pengujian atau bukti pemeriksaan, pihak pengawas perlu memastikan. Apakah tahapan tersebut memang diwajibkan dalam dokumen kontrak dan bagaimana prosedur pengendalian mutunya.
Hal yang sama berlaku terhadap material agregat yang digunakan di lapangan. Material yang secara visual terlihat bercampur dengan tanah atau pasir perlu diperiksa. Berdasarkan parameter teknis yang dipersyaratkan, bukan hanya berdasarkan penilaian secara kasatmata.
Ketebalan LC B-0 Perlu Diukur
Selain CBR, ketebalan lapisan LC B-0 juga perlu mendapatkan perhatian.
Keterangan pekerja yang menyebut ketebalan sekitar 8,9 sentimeter masih perlu dibandingkan dengan ukuran yang dipersyaratkan dalam gambar kerja dan spesifikasi teknis.
Pengukuran sebaiknya dilakukan secara objektif pada beberapa titik yang dianggap mewakili kondisi pekerjaan. Hasil pengukuran kemudian dapat dibandingkan dengan dokumen kontrak untuk menentukan apakah terdapat kesesuaian atau penyimpangan.
Dengan demikian, persoalan ketebalan tidak hanya berdasarkan pengamatan visual maupun keterangan pekerja, tetapi berdasarkan data pengukuran yang dapat dipertanggungjawabkan.
Aktivis Siapkan Surat Pengaduan
Sementara itu, sorotan terhadap proyek tersebut berencana ditindaklanjuti melalui jalur pengaduan.
Aktivis Kabupaten Tangerang, Imadudin, menyatakan akan menyiapkan surat pengaduan terkait pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan Kedaung Barat tersebut. Surat pengaduan tersebut. Nantinya diharapkan menjadi sarana untuk meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap sejumlah temuan yang muncul di lapangan.
Pengaduan tersebut. Antara lain, diharapkan dapat meminta penjelasan mengenai kesesuaian penggunaan material. Tahapan persiapan badan jalan, proses pemadatan, hasil pengujian CBR, serta ketebalan pekerjaan LC B-0 dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meminta adanya pemeriksaan secara objektif terhadap pelaksanaan pekerjaan. Apabila diperlukan, pihak terkait juga dapat melakukan pengukuran dan pengujian teknis secara langsung untuk memastikan kondisi pekerjaan yang sebenarnya.
Pihak Pengawas Diminta Memberikan Penjelasan
Adanya sejumlah pertanyaan teknis tersebut membuat fungsi pengawasan menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan perhatian.
Konsultan pengawas maupun pejabat terkait diharapkan dapat menjelaskan proses pemeriksaan yang telah dilakukan. Termasuk pemeriksaan material, persiapan lapisan dasar, proses pemadatan, pengujian kepadatan, pengujian CBR apabila dipersyaratkan, serta pengendalian ketebalan lapisan beton.
Penjelasan tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang seimbang dan tidak terjadi kesimpulan sepihak terhadap pelaksanaan proyek.
Menunggu Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini ditulis, berbagai temuan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi teknis dari pihak pelaksana, konsultan pengawas. Serta instansi terkait.
Apabila pihak pelaksana memiliki hasil pengujian CBR, dokumen pemeriksaan mutu material, hasil pengujian kepadatan. Maupun dokumen pengukuran ketebalan LC B-0, data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan klarifikasi terhadap temuan di lapangan.
Media tetap mengedepankan prinsip konfirmasi, verifikasi, dan keberimbangan dalam pemberitaan. Setiap pihak yang berkepentingan diberikan ruang untuk menyampaikan penjelasan maupun hak jawab atas informasi yang diberitakan.
Pada akhirnya, perhatian terhadap proyek ini bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut. Dilaksanakan sesuai ketentuan, memiliki mutu yang dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat pengguna jalan.
(Jaenudin/Team)

