BBS.COM| TANGERANG — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Untuk membentuk Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang dilegalkan oleh Badan Amil Zakat Nasional.
Menurut Dimyati, keberadaan UPZ di lingkungan perusahaan akan mempermudah proses pembayaran zakat bagi karyawan maupun jajaran pimpinan.
Hal itu disampaikan saat menghadiri acara halal bihalal di PT Chosen Mitra Abadi bersama BAZNAS Provinsi Banten di Desa Bunder. Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat (17/4/2026).
Dorong peningkatan penghimpunan ZIS
Dimyati menilai, pembentukan UPZ di setiap perusahaan akan meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Menurut dia, peningkatan tersebut juga akan berdampak pada perluasan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Maka dari itu, BAZNAS harus gerak cepat membentuk UPZ-UPZ di setiap pabrik atau perusahaan. Sehingga keberadaan mereka menjadi legal dan tidak ada indikasi pungutan liar,” ujar Dimyati.
Ia menambahkan, pengelolaan dana ZIS dapat dilakukan dengan sistem pembagian. Sebagian dana dapat dikelola oleh perusahaan sesuai peruntukannya, sementara sisanya disalurkan melalui BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Sehingga bisa maslahat bagi semua,” kata dia.
BAZNAS dinilai punya data lengkap
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga menekankan pentingnya menyalurkan ZIS melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang ditunjuk negara.
Ia menyebut BAZNAS telah memiliki data penerima manfaat secara rinci, sehingga penyaluran bantuan dinilai lebih tepat sasaran.
“BAZNAS sudah mempunyai data by name by address, termasuk untuk penyaluran seperti bantuan rumah tidak layak huni. Pendidikan, kesehatan, operasi katarak, serta kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.
Perusahaan dukung sinergi dengan BAZNAS
Sementara itu, pimpinan PT Chosen Mitra Abadi, Hosin, mengatakan pihaknya telah lama menjalin kerja sama dengan BAZNAS.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat, termasuk melalui rencana pembentukan UPZ di lingkungan perusahaan.
“Kedepan, mungkin dari BAZNAS atau UPZ yang terbentuk bisa mengadakan kegiatan pengajian rutin bagi pimpinan dan karyawan,” ujar Hosin.
Hosin menambahkan, perusahaan yang dipimpinnya merupakan hasil akuisisi dari perusahaan asal Italia sekitar 14 tahun lalu.Saat ini, produk alas kaki merek Bacorocco telah dipasarkan ke 21 negara.
Selain itu, perusahaan juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri.
“Kami berharap produk karya anak Banten ini semakin mendunia,” kata dia. (Otg)

