BBS.COM | SERANG – Forum Padarincang Peduli (FPP) menggelar pertemuan bersama tokoh masyarakat Padarincang pada Rabu, 17 Desember 2025, di Kabupaten Serang. Pertemuan tersebut dihadiri Ketua FPP Syamsul, Sekretaris Nasir. Serta sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya H. Udin Saparudin, H. Basuni, H. Damami, dan tokoh masyarakat lainnya.
Pertemuan ini secara khusus membahas persoalan banjir musiman yang hingga kini terus berulang dan berdampak luas terhadap kehidupan warga Padarincang. Banjir yang hampir terjadi setiap musim hujan tersebut.Dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat. Merusak lahan pertanian, serta mengancam keselamatan jiwa dan harta benda warga.
Berdasarkan hasil musyawarah, forum menyimpulkan bahwa penyebab utama banjir adalah sedimentasi atau pendangkalan sungai yang telah berlangsung lama dan belum mendapatkan penanganan optimal. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas daya tampung sungai menurun drastis, sehingga air dengan mudah meluap ke permukiman warga.
Forum Padarincang Peduli menilai, upaya normalisasi sungai selama ini kerap terkendala oleh lemahnya koordinasi dan lambannya proses birokrasi. Antara pemerintah daerah dan pihak Balai Wilayah Sungai. Padahal, peran aktif Balai Wilayah Sungai. Aangat dibutuhkan sebagai lembaga. Yang memiliki kewenangan serta sarana teknis dalam penanganan sungai.
Sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar kolektif, FPP bersama elemen masyarakat. Menyepakati rencana aksi damai yang akan digelar pada Rabu, 24 Desember 2025. Aksi tersebut. Diperkirakan akan diikuti sekitar 10.000 massa dan dikoordinir oleh H. Karmana, dengan titik aksi di Kantor Balai Wilayah Sungai Provinsi Banten.
Aksi ini bertujuan untuk mendesak pihak Balai Wilayah Sungai agar segera menurunkan alat berat dan melakukan normalisasi sungai. Di wilayah Padarincang. Apabila hingga hari pelaksanaan aksi belum terdapat kepastian langkah konkret. Massa menyatakan siap bertahan secara tertib. Hingga diperoleh komitmen nyata dari pihak terkait.
Forum Padarincang Peduli menegaskan bahwa rencana aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat. Yan dilakukan secara damai, konstitusional, dan bertanggung jawab. Demi keselamatan serta kesejahteraan warga Padarincang.
FPP berharap pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai dapat merespons aspirasi ini secara positif. Bahkan, forum berharap sebelum aksi digelar.Proses normalisasi sungai sudah dapat direalisasikan. Sehingga masyarakat Padarincang terbebas dari ancaman banjir yang selama ini terus berulang. (Suheli)

