Berita Branding Business Ekonomi Infrastruktur SEO
Beranda » Berita » Proyek Jalan Cituis–Sukadiri Disorot, Indikasi Masalah pada Lapis Pondasi Bawah

Proyek Jalan Cituis–Sukadiri Disorot, Indikasi Masalah pada Lapis Pondasi Bawah

BBS.COM| TANGERANG — Proyek lanjutan rekonstruksi Jalan Cituis–Sukadiri (Ruas Jati–Gintung).Yang dibiayai APBD 2026. Pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang. Senilai sekitar Rp 6,265.500.000. (Enam Meliar Dua Ratus Enam Puluh Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). mendapat perhatian sejumlah pihak. Hasil penelusuran lapangan oleh unsur masyarakat bersama media menemukan indikasi ketidaksesuaian teknis pada bagian struktur dasar pekerjaan,Sabtu (18/4/2026).

Pekerjaan yang dilaksanakan CV Putra Indah Kredibel itu, antara lain.Mencakup pembongkaran beton lama. Dengan kedalaman terpantau bervariasi sekitar 40–45 sentimeter. Namun, perhatian utama tertuju pada pekerjaan lapis pondasi bawah (LPB), komponen penting yang berfungsi menopang kekuatan konstruksi jalan.

Di lokasi pekerjaan, material agregat pada LPB secara visual tampak bercampur dengan pasir lumpur. Kondisi tersebut dinilai berpotensi tidak memenuhi spesifikasi teknis.Sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), termasuk persyaratan daya dukung (CBR).

Seorang sumber yang terlibat dalam peninjauan lapangan menyebutkan. Ketidasesuaian spesifikasi pada lapisan pondasi bawah berpengaruh langsung. Terhadap kinerja dan umur layanan jalan. “Jika tidak sesuai sejak awal, risiko kerusakan dini meningkat,” ujarnya.

Pengamat konstruksi di Kabupaten Tangerang, muhamad Imadudin menilai proyek dengan nilai anggaran signifikan. Semestinya mengedepankan kepatuhan terhadap standar teknis, terutama pada elemen pondasi. Menurut dia, kualitas LPB menjadi faktor penentu ketahanan struktur di atasnya.

Bupati Tangerang Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Ribuan Warga

Selain aspek teknis, fungsi pengawasan juga menjadi perhatian. Dalam praktik jasa konstruksi, konsultan pengawas bertugas memastikan mutu material, metode pelaksanaan, serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi. Namun, terdapat indikasi fungsi tersebut belum berjalan optimal. Sehingga temuan di lapangan belum tertangani secara memadai.

Secara normatif, konsultan pengawas merupakan representasi teknis Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan tepat mutu, tepat biaya, dan tepat waktu.

Sejumlah pihak mendorong dilakukannya verifikasi lebih lanjut melalui pemeriksaan teknis. Dan uji laboratorium terhadap material yang digunakan. Serta evaluasi atas pelaksanaan pekerjaan dan sistem pengawasan.

Hingga berita ini disusun belum diperoleh keterangan resmi. Dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai temuan tersebut. (Udin Jaenudin/Team)

Kemendagri Pantau Realisasi Dana Pemulihan Bencana Rp6,35 Triliun di Sumut

Berita Populer

01

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rakernis 2025, Wujudkan Sinergi dan Profesionalitas Polisi Satwa

02

Pembangunan SMP Negeri 5 Curug Tertunda, Oknum Perangkat Desa Diduga Lakukan Pemerasan

03

Integritas Gubernur Banten Diuji dalam Proses Pengisian Jabatan Sekda

04

Kabupaten Tangerang Cetak Rekor! Investasi 2024 Tembus Rp26,2 Triliun

05

Pemkab Tangerang Implementasikan Aplikasi Real Time Pengelolaan Dana Desa

Kalender

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031