BBS.COM | PANGKALPINANG – PT Timah TBK menggandeng Baharkam Polri menggelar pelatihan pra-audit Sistem Manajemen Pengamanan (SMP). Objek Vital Nasional (Obvitnas) di Graha Timah, Pangkalpinang, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut.Dilakukan untuk memastikan standar pengamanan aset strategis negara. Di lingkungan perusahaan tambang pelat merah itu sesuai regulasi kepolisian.
Pelatihan dipimpin Ketua Tim Sosialisasi Baharkam Polri, Edy Sumardi Priadinata. Turut hadir Wakapolda Bangka Belitung. Murry Miranda, jajaran Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Babel, serta Direktur Operasi PT Timah, Handy Geniardi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat pembekalan mengenai standar pengamanan objek vital nasional, termasuk pemahaman teknis terkait penerapan Sistem Manajemen Pengamanan.

Handy Geniardi menegaskan pentingnya sistem pengamanan yang terukur dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.
“Sistem pengamanan yang terukur jadi kunci. Menjaga keberlangsungan operasi perusahaan,” ujarnya.
Sementara itu. Murry Miranda menyebut penerapan SMP bukan sekadar pemenuhan administrasi. Melainkan kebutuhan penting. Dalam mitigasi potensi gangguan keamanan di seluruh area kerja perusahaan.
Pada sesi teknis, Edy Sumardi memaparkan mekanisme penerapan jasa sistem manajemen pengamanan. Selain itu, Auditor Profesional. Budi Purwoto, menjelaskan detail lima elemen dan 118 kriteria. SMP yang wajib dipenuhi perusahaan pengelola Obvitnas.
“Tujuan kami menyamakan persepsi seluruh lini di PT Timah soal prosedur keamanan. Dengan menguasai 118 kriteria ini, pertahanan perusahaan akan lebih modern dan akuntabel,” kata Edy.
Kegiatan ditutup. Dengan penandatanganan komitmen bersama antara Baharkam Polri. Dan manajemen PT Timah sebagai bentuk keseriusan penerapan Sistem Manajemen Pengamanan secara berkelanjutan.
Melalui pra-audit tersebut. PT Timah ditargetkan dapat memenuhi standar pengamanan Polri. Guna mendukung keamanan operasional perusahaan di seluruh lini bisnisnya.***

