BBS.COM | TANGERANG, Selasa 27 Oktober 2026 – Pembangunan drainase di Jalan Pakuhaji–Rawa Kadang, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, menjadi sorotan lembaga pemantau dan media.
Proyek yang disebut dikerjakan oleh CV Duta Mitra Contruksi dengan nilai anggaran Rp345.817.100 itu diduga mengalami persoalan dalam pelaksanaan teknis,. Terutama terkait pemasangan saluran beton pracetak atau u-ditch dan kondisi lapisan dasar konstruksi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pemasangan u-ditch disebut berlangsung pada malam hari. Selain itu, lapisan dasar yang dipersyaratkan dalam perencanaan teknis dipertanyakan karena tidak terlihat secara jelas saat pemasangan berlangsung.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan proyek dengan gambar kerja, rencana anggaran biaya (RAB), dan ketentuan dalam kontrak.
Meski demikian, dugaan penyimpangan spesifikasi tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen kontrak dan pengecekan teknis oleh instansi berwenang.
Warga Khawatir Kualitas Drainase
Sejumlah persoalan yang menjadi sorotan turut memunculkan kekhawatiran warga mengenai kualitas dan ketahanan konstruksi drainase.
Warga setempat yang dikonfirmasi menyampaikan dugaan bahwa pekerjaan tersebut lebih mengutamakan penyelesaian fisik daripada kualitas konstruksi.
Warga berharap pembangunan yang dibiayai dari uang negara itu dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis. Agar saluran drainase dapat berfungsi optimal dan bertahan dalam jangka panjang.
Namun, untuk memastikan kualitas pekerjaan, diperlukan pemeriksaan terhadap material u-ditch, kondisi lapisan dasar, elevasi pemasangan, sambungan saluran. Serta metode pelaksanaan yang digunakan kontraktor.
Pengawasan Proyek Dipertanyakan
Pelaksanaan pekerjaan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai fungsi pengawasan dari dinas terkait.
Pengawas teknis memiliki peran penting untuk memastikan setiap tahapan konstruksi sesuai dengan gambar kerja. Dan spesifikasi yang telah disepakati dalam kontrak.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, diperlukan evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk perbaikan. Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya kekurangan mutu pekerjaan.
Penggunaan anggaran publik juga menuntut transparansi dan akuntabilitas agar pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dinas dan Kontraktor Perlu Berikan Penjelasan
Untuk memperoleh kejelasan, DBMSDA Kabupaten Tangerang dan CV Duta Mitara Contruksi perlu dimintai konfirmasi mengenai spesifikasi lapisan dasar pemasangan u-ditch, mutu material yang digunakan, serta pelaksanaan pengawasan di lapangan.
Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dokumen kontrak dan RAB.
Apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian, instansi berwenang diharapkan melakukan pemeriksaan teknis dan mengambil langkah korektif sesuai ketentuan.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari pihak dinas dan kontraktor belum dicantumkan dalam naskah ini.
Masyarakat berharap proyek drainase tersebut dilaksanakan secara transparan, memenuhi standar teknis, dan tidak mengabaikan kualitas konstruksi demi kepentingan pelayanan publik. (Rumaidi)

