BBS.COM | TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman. Dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak, Penegasan tersebut. Disampaikan saat membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan. Terhadap Anak di Sekolah bagi guru PAUD dan TK se-Kabupaten Tangerang, Rabu (10/6).
Menurut Intan, tidak boleh ada toleransi terhadap tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan, baik dalam bentuk fisik, verbal, psikologis. Perundungan (bullying), maupun bentuk kekerasan lainnya yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.
“Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis. Perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kekerasan terhadap anak bukan persoalan sepele. Bentakan, ejekan, kata-kata yang merendahkan. Maupun tindakan perundungan dapat meninggalkan dampak psikologis jangka panjang yang memengaruhi perkembangan anak hingga dewasa.
Karena itu. Menurutnya, pendekatan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang. Komunikasi positif, kesabaran. Dan keteladanan harus menjadi budaya dalam dunia pendidikan. Khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini.
Intan juga menyoroti peran strategis guru PAUD dan TK dalam membentuk karakter anak pada masa emas pertumbuhan.Menurutnya, guru tidak hanya berfungsi sebagai pendidik.Tetapi juga sebagai pelindung, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik.
“Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti. Karena itu saya meyakini bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak kita,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan lingkungan yang ramah anak memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, hingga pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjut Intan, berkomitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak dengan memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan. Termasuk para guru yang berada di garda terdepan dalam perlindungan anak.
“Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak. Ketika anak-anak tumbuh tanpa kekerasan, mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Dan bimbingan dengan penuh kasih sayang maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tangerang, Asep Suherman. Mengatakan kegiatan sosialisasi diikuti guru PAUD dan TK dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Menurut Asep, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Universitas Paramadina serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia Provinsi Banten. Guna memperkuat pemahaman para pendidik terkait pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak.
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kapasitas guru PAUD dan TK dalam upaya mencegah, mengenali. Serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak. Sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah anak,” kata Asep.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap para pendidik semakin siap menciptakan lingkungan belajar yang aman. Dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sejalan dengan upaya mewujudkan Kabupaten Tangerang. Sebagai daerah yang ramah dan layak bagi anak. (*)

