BBS.COM | TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang meluncurkan program Warung Tekan Inflasi (Warteksi). Gemilang 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan di daerah. Program ini digelar selama 28–30 April 2026. Di Gerai Tangerang Gemilang (GTG). Dan Kelurahan Curug Kulon.
Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang.Resmiyati Marningsing.Mengatakan skema Warteksi tahun ini dirancang lebih fleksibel dengan konsep menyerupai warung. Sehingga masyarakat dapat membeli komoditas sesuai kebutuhan tanpa sistem paket.
“Melalui subsidi yang diberikan, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga jauh di bawah pasar. Ini bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah,” kata Resmiyati, Selasa (28/4/2026).

Dalam program tersebut, pemerintah daerah mensubsidi delapan komoditas utama dengan total pasokan mencapai 1.915 kilogram. Sejumlah harga ditekan signifikan, di antaranya beras premium 2 kilogram menjadi Rp7.000 dari Rp30.200, minyak goreng Rp13.500 dari Rp23.000. Serta gula pasir Rp12.000 dari Rp19.000.
Harga komoditas hortikultura juga dipangkas. Seperti bawang putih menjadi Rp15.000 dari Rp35.000, bawang merah Rp25.000. Dari Rp45.000, cabai merah keriting Rp30.000 dari Rp50.000. Serta cabai rawit merah dan hijau masing-masing Rp35.000 dari Rp55.000.
Pelaksanaan hari pertama menunjukkan tingginya minat masyarakat. Warga memadati lokasi sejak pagi untuk memperoleh bahan pangan bersubsidi. Salah satu warga, Kurnia Rahma, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
“Ini sangat membantu. Terutama untuk kebutuhan dapur sehari-hari,” ujarnya.
Resmiyati menegaskan, Warteksi Gemilang merupakan bagian dari strategi intervensi jangka pendek pemerintah daerah. Dalam meredam gejolak harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Secara nasional, langkah serupa dinilai sejalan dengan upaya pengendalian inflasi yang banyak dipicu oleh fluktuasi harga komoditas pangan. Pemerintah daerah di berbagai wilayah didorong memperkuat operasi pasar dan subsidi terarah. Guna menjaga stabilitas ekonomi, khususnya di tengah tekanan harga kebutuhan pokok.**

