BBS.COM| TANGERANG — Proyek lanjutan rekonstruksi Jalan Cituis–Sukadiri. (Ruas Jati–Gintung) yang dibiayai APBD 2026. Melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang. Senilai sekitar Rp6,265 meliar, menuai sorotan dari masyarakat.
Berdasarkan hasil penelusuran lapangan yang dilakukan unsur masyarakat bersama media itemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian teknis.Pada pekerjaan. Yang dilaksanakan oleh CV Putra Indah Kredibel.
Salah satu temuan utama terdapat pada pekerjaan lapis pondasi bawah (LPB). Secara visual, material agregat di lokasi tampak bercampur dengan pasir berlumpur. Kondisi ini dinilai berpotensi tidak memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Khususnya terkait persyaratan daya dukung material atau California Bearing Ratio (CBR).

Aktivis dan pengamat konstruksi di Kabupaten Tangerang, Jamasari andari, menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pelaksanaan pekerjaan dasar.
“Kami melihat pelaksanaan pondasi sangat memprihatinkan. Pemadatan diduga tidak maksimal, dan dari hasil pengukuran di lapangan, ketebalan agregat hanya sekitar 7 sentimeter,” ujar Jamasari andari, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, penggunaan material yang tercampur lumpur berpotensi menurunkan kualitas konstruksi secara signifikan.
“Kalau material LPB sudah tercampur lumpur, itu sangat berpengaruh pada daya dukung. Risiko penurunan tanah dan kerusakan dini akan jauh lebih besar,” katanya.
Selain itu, hasil pengukuran di lapangan juga menunjukkan adanya selisih antara tinggi bekisting dan ketebalan beton yang terpasang. Bekisting tercatat setinggi sekitar 13 sentimeter, sementara ketebalan beton (B-0) yang terpasang hanya berkisar 9 sentimeter.
Seorang sumber dari unsur teknis yang turut melakukan pengamatan menyebutkan, selisih tersebut bukan hal yang bisa dianggap sepele.
“Selisih ini bukan angka kecil. Kalau terjadi secara merata, ini bisa berdampak langsung pada kekuatan konstruksi jalan,” ujarnya.
Pekerjaan pengecoran beton permukaan atas dilaporkan dilakukan pada Minggu (26/4/2026) malam. Namun, pelaksanaannya juga disorot karena pemasangan lapisan plastik tidak dilakukan secara menyeluruh. Melainkan hanya pada bagian sisi kiri dan kanan.
“Lapisan plastik itu penting untuk menjaga mutu beton. Kalau tidak dipasang penuh, dikhawatirkan kualitas beton tidak maksimal,” tambah sumber tersebut.
Sejumlah pihak menilai, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas akhir konstruksi jalan. Terutama dalam hal kekuatan dan daya tahan terhadap beban lalu lintas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana kegiatan maupun Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang. Belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.
Warga setempat yang memilih untuk tidak dipublikasikan identitasnya juga meminta adanya transparansi dari pihak terkait.
“Kami berharap ada evaluasi menyeluruh dan keterbukaan informasi. Ini menyangkut kualitas infrastruktur dan penggunaan anggaran publik,” ujarnya.
Masyarakat pun mendesak instansi terkait segera melakukan pemeriksaan guna memastikan pekerjaan sesuai standar teknis serta menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran daerah. ( Udin Jaenudin)

