BBS.COM | TANGERANG — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026.Dimanfaatkan Abraham Garuda Laksono untuk mengingatkan pentingnya penguatan ideologi. Dan politik kerakyatan di tengah ketidakpastian global.
Wakil Ketua Bidang Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten itu. Menggelar saresehan politik di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis. Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut.Dihadiri pengurus PAC PDIP dari tujuh kecamatan di Kabupaten Tangerang. Yakni Curug, Kelapa Dua, Panongan, Cikupa, Legok, Pagedangan, dan Cisauk.
Dalam sambutannya. Abraham menilai Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan. Melainkan momentum membangun kembali kesadaran kolektif bangsa di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan politik global.
“Harkitnas adalah panggilan sejarah. Agar bangsa ini tidak kehilangan arah. Ketika dunia dilanda konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Rakyat kecil menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya,” kata Abraham.
Ia menyoroti kondisi ekonomi global. Yang dinilai berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok. Hingga melemahnya daya beli masyarakat.
Menurut Abraham. Situasi tersebut harus menjadi pengingat bahwa politik tidak boleh kehilangan orientasi kerakyatan.
Dalam forum itu. Abraham juga mengajak kader PDIP kembali mengingat semangat kebangkitan nasional. Yang dipelopori Budi Utomo pada 1908.
Ia menilai. Meski Indonesia telah berkembang selama lebih dari satu abad. Persoalan ketimpangan ekonomi, akses pendidikan. Dan pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan besar yang perlu diperjuangkan bersama.
“Kesadaran nasional harus terus dirawat. Kebangkitan bangsa bukan hanya soal pembangunan fisik. Tetapi juga membangun karakter. Solidaritas sosial, dan keberanian berpihak kepada rakyat kecil,” ujarnya.
Abraham juga menekankan pentingnya kader partai memahami ideologi perjuangan partai. Yang berpijak pada Pancasila dan ajaran Marhaenisme warisan Soekarno.
Menurutnya, konsep Trisakti yang diperkenalkan Bung Karno—berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi. Dan berkepribadian dalam kebudayaan—masih relevan menghadapi tantangan globalisasi. Dan era digital saat ini.
“Kalau kader partai kehilangan akar ideologinya. Maka politik akan mudah berubah hanya menjadi perebutan kekuasaan. Padahal politik seharusnya menjadi alat perjuangan untuk menghadirkan keadilan sosial,” tegasnya.
Saresehan berlangsung dialogis dengan pembahasan mengenai kondisi sosial masyarakat. Tantangan kaderisasi. Hingga pentingnya menjaga soliditas partai di tingkat akar rumput.
Pengurus PAC PDIP Curug, Soekoto, menilai forum tersebut penting untuk memperkuat kesadaran politik kader.
Sementara itu. Wakil Ketua PAC PDIP Kelapa Dua, Budi, mengatakan tradisi diskusi politik dan refleksi kebangsaan perlu terus dihidupkan. Agar kader partai memahami sejarah perjuangan bangsa. Dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Melalui momentum Harkitnas 2026, Abraham berharap kader partai mampu menjaga semangat persatuan, nasionalisme. Dan gotong royong dalam menghadapi dinamika zaman.

