Berita Business Inspirasi SEO
Beranda » Berita » Pemkab Tangerang dan BRIN Genjot Produktivitas Padi

Pemkab Tangerang dan BRIN Genjot Produktivitas Padi

BBS.COM | TANGERANG, 22 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP). Bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan produktivitas padi sawah melalui riset dan penerapan teknologi pengelolaan lahan.

Kerja sama tersebut mencakup pelatihan pembuatan pupuk organik, pemutakhiran data status hara tanah. Serta pengujian dan validasi teknologi pengelolaan lahan pertanian.

Adapun parameter tanah yang menjadi perhatian meliputi kandungan unsur hara fosfor (P) dan kalium (K), tingkat keasaman atau pH tanah. Serta kadar karbon organik (C-organik).

Program ini juga mencakup peningkatan kapasitas penyuluh dan petani. Penyusunan rekomendasi teknologi berdasarkan karakteristik tanah. Serta pengembangan aplikasi seluler untuk memberikan rekomendasi pengelolaan lahan.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono mengatakan, pendampingan BRIN dalam kegiatan Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanian. (Padi) merupakan tindak lanjut dari program NGEMAS.

Sambut Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Polresta Tangerang Gelar Donor Darah

Program tersebut berfokus pada kajian berbasis riset untuk meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman pertanian.

Dorong efisiensi penggunaan pupuk

Salah satu kegiatan utama dalam kerja sama tersebut adalah pelatihan pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia. Di lingkungan sekitar.

Menurut Ujang, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kualitas dan kesehatan tanah sawah. Tetapi juga membantu petani menekan biaya produksi. Melalui efisiensi penggunaan pupuk.

Pemkab Tangerang menargetkan penerapan teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sebesar 15–30 persen.

“ Kita praktikkan formulasi khusus hasil riset peneliti BRIN. Kita memadukan bahan-bahan pembenah tanah, seperti biochar arang sekam dan kotoran hewan (kohe) matang. Yang kaya nutrisi organik dari rumput laut. Serta limbah organik yang diproses secara tepat. Dengan bantuan asam fosfat, perekat PPA. Dan pengayaan urea terukur,” kata Ujang.

Birokrasi Banten Ditata Ulang, PUPR Dipecah

Ia menjelaskan, kombinasi bahan tersebut.Dirancang untuk menghasilkan pupuk organik berkualitas dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Teknologi itu.Diharapkan dapat menjadi alternatif yang mudah.Diterapkan petani untuk memperbaiki kondisi tanah. Sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.

Uji coba dilakukan di lahan satu hektare

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang Abdul Munir mengatakan. Kegiatan riset dan inovasi. Peningkatan produktivitas padi sawah bersama BRIN.Dilaksanakan di lokasi Desa Mandiri Pangan (Demapan). Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan.

Uji coba.Dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Bina Harapan dengan luas sekitar satu hektare.

Pelaksanaan percobaan. Dijadwalkan berlangsung pada musim tanam kedua.Yakni periode Oktober. Hingga Desember 2026.

Aset Daerah Banten Ditata, Transparansi Diperkuat

Melalui uji coba tersebut. Penerapan teknologi pengelolaan lahan dan pupuk organik.Diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang sesuai. Dengan karakteristik tanah setempat.

Hasil riset. Selanjutnya diharapkan menjadi dasar pengembangan teknologi pertanian yang lebih efektif dan efisien. Sekaligus mendukung peningkatan produktivitas padi dan pendapatan petani di Kabupaten Tangerang.**

Berita Populer

01

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rakernis 2025, Wujudkan Sinergi dan Profesionalitas Polisi Satwa

02

Pembangunan SMP Negeri 5 Curug Tertunda, Oknum Perangkat Desa Diduga Lakukan Pemerasan

03

Keluarga Besar Persaudaraan Pencak Silat Sin Lam Ba Gintung

04

Integritas Gubernur Banten Diuji dalam Proses Pengisian Jabatan Sekda

05

Kabupaten Tangerang Cetak Rekor! Investasi 2024 Tembus Rp26,2 Triliun

Kalender

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031