BBS.COM | SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul harus dimulai dari keluarga.Menurut dia, pembentukan kualitas manusia tidak dimulai saat seseorang memasuki perguruan tinggi atau dunia kerja. Melainkan sejak dalam kandungan dan melalui pola pengasuhan di lingkungan keluarga.
Hal itu disampaikan Andra saat memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Banten. Di Lapangan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (29/6/2026).
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dimulai dari bangku kuliah ataupun dunia kerja, tetapi sejak dalam rahim ibu. Dan melalui pengasuhan di lingkungan keluarga,” kata Andra.
Ia mengatakan Indonesia saat ini tengah memasuki bonus demografi yang hanya terjadi sekali dalam sejarah bangsa. Menurut dia, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan menyiapkan generasi berkualitas melalui penguatan peran keluarga.
Andra menilai keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kesehatan, serta ketahanan mental anak. Agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Keluarga bukan hanya unit terkecil dalam masyarakat, tetapi menjadi fondasi keberhasilan pembangunan daerah dan nasional. Semakin kuat kualitas keluarga, semakin besar pula peluang lahirnya sumber daya manusia unggul,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten. Iwan Ardiansyah Sentono mengatakan bonus demografi harus dikelola dengan baik agar menjadi modal pembangunan. Bukan justru menimbulkan persoalan di masa depan.
“Bonus demografi harus menjadi modal pembangunan, bukan masalah pembangunan,” kata Iwan.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi tantangan baru bagi keluarga. Karena itu, orang tua dituntut mampu mendampingi dan mengawasi aktivitas digital anak agar teknologi dimanfaatkan secara positif.
“Teknologi memiliki dua sisi. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing anak dalam memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujarnya.
Iwan mengatakan DP3AKKB Provinsi Banten terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan program penguatan ketahanan keluarga, pembinaan anak. Serta pengembangan Sekolah Ramah Anak sebagai upaya menyiapkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

