BBS.COM | TANGERANG – Kebakaran TPA Jatiwaringin mulai terkendali, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memastikan upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, terus dilakukan secara terpadu bersama pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Banten, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Kementerian Lingkungan Hidup, Manggala Agni, relawan, serta berbagai unsur terkait.
Saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Senin (6/7/2026). Bupati Maesyal mengatakan luas area yang terdampak kebakaran menunjukkan perkembangan positif. Jika pada hari-hari awal kebakaran titik api mencapai sekitar 15 hektare. Kini area yang masih terbakar. Diperkirakan tinggal sekitar 5 hektare dengan sebaran api yang berada di sejumlah titik.
“Titik api dari hari kedua dan ketiga mencapai sekitar 15 hektare. Sekarang tinggal sekitar 5 hektare. Dan itu pun berupa spot-spot, tidak seluruh hamparan masih terdapat api,” ujar Maesyal.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati bersama jajaran perangkat daerah mengecek langsung kondisi di puncak timbunan sampah. Untuk memastikan titik-titik api yang masih aktif. Sekaligus mengevaluasi langkah penanganan lanjutan.
Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat, lurah, dan kepala desa. Agar tetap bersiaga menghadapi berbagai kemungkinan dampak yang ditimbulkan. Termasuk menyiapkan langkah evakuasi, pelayanan kesehatan. Serta pemenuhan kebutuhan logistik bagi masyarakat apabila diperlukan.
Menurut Maesyal. Kondisi asap masih dipengaruhi oleh hembusan angin dan munculnya gas metana dari timbunan sampah.Sehingga pengawasan terhadap kawasan permukiman di sekitar TPA terus dilakukan.
“Asap di bagian timur sudah mulai terkendali. Namun masih ada beberapa titik karena gas metana muncul dan angin cukup kencang. Sehingga asap mengarah ke kawasan permukiman di sebelah barat. Camat dan lurah tetap bersiaga apabila sewaktu-waktu masyarakat perlu ditempatkan di lokasi yang lebih aman,” katanya.
Upaya pemadaman terus dilakukan. Melalui jalur darat menggunakan armada pemadam kebakaran. Serta jalur udara dengan dukungan helikopter water bombing. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama BNPB juga masih mengkaji penambahan armada udara untuk menjangkau titik-titik api. Yang berada di lokasi sulit diakses kendaraan pemadam.
“Ada beberapa lokasi yang memang hanya bisa dijangkau melalui udara. Karena itu opsi penambahan helikopter terus kami koordinasikan bersama BNPB agar proses pemadaman dapat berjalan lebih efektif,” ujar Maesyal.
Selain fokus pada pemadaman, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait, BNPB, dan tim Manggala Agni. Guna menentukan skala prioritas penanganan sehingga setiap langkah yang dilakukan dapat berjalan secara efektif dan terukur.
Bupati menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah terus memantau kondisi kesehatan warga terdampak melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi warga yang mengungsi, tetap terpenuhi.
Di akhir keterangannya, Maesyal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin. Serta mengajak masyarakat memberikan dukungan dan doa agar proses pemadaman dapat segera diselesaikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan. Dan seluruh pihak yang telah bekerja tanpa henti. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar kebakaran ini segera dapat dipadamkan sepenuhnya. Sehingga kondisi kembali aman dan aktivitas masyarakat dapat pulih seperti sediakala,” pungkasnya.**

