BBS.COM | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan World Hemophilia Day atau Hari Hemofilia Sedunia 2026. Yang digelar di Auditorium RSUD Kabupaten Tangerang, Minggu (24/05/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid memberikan semangat. Kepada para orang tua dan anak-anak penyandang hemofilia yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak keluarga pasien untuk tetap optimistis dan terus memberikan pendampingan kepada anak-anak mereka.
“Adek-adek tetap semangat. Orang tua juga harus semangat mendampingi. Dan menjaga anak-anaknya,” ujar Maesyal Rasyid dalam sambutannya.
Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa RSUD Kabupaten Tangerang telah menjadi salah satu rumah sakit rujukan. Penanganan hemofilia di Provinsi Banten. Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata dia, akan terus mendorong peningkatan layanan kesehatan bagi penyandang hemofilia. Agar ke depan pelayanan dapat menjangkau kabupaten dan kota lain di Banten.
“Saya akan terus mengupayakan agar pelayanan hemofilia bisa lebih dekat dengan masyarakat.Sehingga pasien tidak harus selalu datang ke Kabupaten Tangerang,” katanya.
Menurutnya, pengembangan layanan hemofilia memerlukan kesiapan sarana, alat kesehatan. Hingga tenaga medis yang kompeten. Karena itu, peningkatan pelayanan dilakukan secara bertahap. Dengan dukungan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
Ia juga menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah melalui dukungan anggaran APBD. Serta penguatan sinergi bersama BPJS Kesehatan.
“Inilah bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap penanganan penyakit hemofilia agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” tambahnya.
Bupati Maesyal Rasyid juga berpesan agar seluruh pihak terus memberikan perhatian dan perlindungan kepada anak-anak penyandang hemofilia. Agar tetap tumbuh sehat, ceria, dan produktif.
Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, dr. Endang Widyastiwi menjelaskan bahwa tema Hari Hemofilia Sedunia tahun 2026. Adalah “Diagnosis: First Step to Care” atau diagnosis sebagai langkah awal menuju perawatan yang tepat.
Menurutnya, tema tersebut menegaskan pentingnya deteksi dini dalam penanganan hemofilia. Agar pasien dapat memperoleh terapi dan pendampingan secara cepat dan tepat.
Ia juga menegaskan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan bagi pasien hemofilia. Melalui deteksi dini, penanganan medis, hingga pendampingan berkelanjutan secara profesional dan humanis.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini hemofilia. Sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat,” ujarnya.
Peringatan Hari Hemofilia Sedunia tersebut turut menjadi momentum edukasi kesehatan sekaligus penguatan dukungan moral. Bagi para penyandang hemofilia dan keluarganya di wilayah Provinsi Banten.( Nida)

