BBS.COM| TANGERANG – Rapat Kerja (Raker) Tahun 2025. Yang diselenggarakan oleh Korps Pegawai Republik Indonesia Kabupaten Tangerang. Menjadi langkah strategis dalam memperkuat kinerja aparatur sipil negara (ASN) di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan percepatan transformasi digital.
Kegiatan yang berlangsung di Lemo Hotel Kelapa Dua, Kamis (16/4/2026).Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang. Soma Atmaja, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus KORPRI setempat., ia menegaskan bahwa Raker tidak sekadar agenda tahunan. Melainkan forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan organisasi agar selaras dengan visi pembangunan daerah.
Mengusung tema “KORPRI Solid Mewujudkan Asta Cita”, Soma menekankan pentingnya soliditas ASN sebagai perekat bangsa sekaligus penggerak integritas birokrasi. Menurutnya, ASN dituntut semakin adaptif terhadap dinamika global, termasuk dalam merespons reformasi birokrasi dan perkembangan teknologi.
“Raker ini menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan langkah konkret agar pelayanan publik semakin berkualitas,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, KORPRI Kabupaten Tangerang juga memetakan sejumlah isu strategis yang akan menjadi prioritas pada 2026. Antara lain penguatan sektor pendidikan melalui revitalisasi sekolah Korpri, optimalisasi layanan kesehatan dan unit usaha organisasi. Serta peningkatan kesejahteraan anggota, termasuk melalui penjajakan program perumahan.
Selain itu, penyusunan program kerja dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur organisasi. Guna memastikan kebijakan yang dihasilkan lebih implementatif dan tepat sasaran.
Wakil Ketua III KORPRI Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, menambahkan bahwa Raker ini menargetkan sejumlah keluaran utama. Yakni rekomendasi program prioritas 2026, penegasan tugas tiap bidang, komitmen bersama terhadap tata kelola yang profesional dan akuntabel. Serta penyusunan Surat Keputusan Program Kerja sebagai landasan operasional organisasi.
Dengan penguatan sinergi antar-ASN, KORPRI Kabupaten Tangerang optimistis mampu mendorong terwujudnya birokrasi yang solid. Dan responsif, sejalan dengan agenda pembangunan nasional.(*)

