Berita Branding Business Ekonomi Infrastruktur Inspirasi SEO
Beranda » Berita » Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan di Pakuhaji Jadi Sorotan Publik

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan di Pakuhaji Jadi Sorotan Publik

BBD.COM | TANGERANG — Proyek pembangunan jalan paving block yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. (APBD) Tahun 2026 di RT/RW 004/005. Perumahan Cituis Indah, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan publik. Pelaksanaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis an Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Jumat (10/4/2026)

Berdasarkan hasil investigasi lapangan ditemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian antara laporan progres pekerjaan dengan kondisi fisik di lapangan. Perbedaan tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaktepatan dalam pelaporan pelaksanaan proyek.

“Secara administrasi progres dilaporkan dari 0 persen hingga 100 persen. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Ini mengindikasikan adanya dugaan ketidaksesuaian dalam laporan progres pekerjaan,” ujar seorang aktivis yang terlibat dalam pemantauan.

Selain itu. Ditemukan indikasi pengurangan volume material dan pekerjaan yang tidak dilaksanakan secara menyeluruh.Salah satu material utama, yakni abu batu, terlihat digunakan dalam ketebalan yang dinilai tidak memenuhi standar teknis konstruksi.

Warga setempat turut menyampaikan keluhan terkait kualitas pekerjaan.“Kami berharap pembangunan ini bisa bertahan lama. Tetapi kondisi yang terlihat saat ini menimbulkan kekhawatiran,” ujar seorang warga.

Bupati Tangerang Gelar Jumling di Teluknaga, Tampung Aspirasi Warga dan Bahas Penataan Masjid

Informasi yang dihimpun menyebutkan proyek tersebut dilaksanakan oleh CV. Langlangbuana Cemerlang. Dalam pelaksanaannya, kontraktor diduga belum sepenuhnya mengacu pada ketentuan teknis sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja dan dokumen RAB.

Di sisi lain, penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan di lapangan, standar K3 tidak terlihat diterapkan secara optimal.Proses pemadatan menggunakan alat berat seperti mesin roller pun dinilai belum maksimal.

“Pemadatan merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas konstruksi jalan. Jika tidak dilakukan sesuai standar, maka berpotensi menurunkan daya tahan jalan,” kata seorang pengamat lapangan.

Sejumlah pihak menilai kondisi ini mencerminkan belum optimalnya fungsi pengawasan dari instansi terkait, termasuk di tingkat Kecamatan Pakuhaji. Lemahnya pengawasan dinilai dapat membuka ruang terjadinya penyimpangan teknis yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

Aktivis Kabupaten Tangerang, Imadudin, mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.

Pelajar Ditemukan Tewas di Muara Kaliadem Sukadiri, Polisi Selidiki Dugaan Tawuran

“Penggunaan anggaran publik harus dilakukan secara aturan dan akuntabel.Jika ditemukan indikasi pelanggaran, maka perlu ada penindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila tidak terdapat tindak lanjut yang jelas dari pihak terkait, laporan akan disampaikan kepada Inspektorat Daerah. Dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Pakuhaji maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (Udin Jaenudin)


Berita Populer

01

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rakernis 2025, Wujudkan Sinergi dan Profesionalitas Polisi Satwa

02

Pembangunan SMP Negeri 5 Curug Tertunda, Oknum Perangkat Desa Diduga Lakukan Pemerasan

03

Integritas Gubernur Banten Diuji dalam Proses Pengisian Jabatan Sekda

04

Pemkab Tangerang Implementasikan Aplikasi Real Time Pengelolaan Dana Desa

05

Kabupaten Tangerang Cetak Rekor! Investasi 2024 Tembus Rp26,2 Triliun

Kalender

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930