BBS.COM| TANGERANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang terus melakukan evakuasi warga terdampak banjir. Serta menyalurkan bantuan pangan di sejumlah wilayah. Hingga Senin (26/1/2026). Relawan PMI masih berjibaku membantu warga. Di beberapa kecamatan yang terdampak cukup parah.
Evakuasi dilakukan di antaranya. Di Kecamatan Sukamulya. Kresek, Kronjo, dan Kemiri. Dengan menggunakan perahu karet serta berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat. Relawan menyisir permukiman yang masih terendam banjir. Untuk memastikan keselamatan warga.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Tangerang. Suparji Rustam, mengatakan seluruh relawan telah disiagakan sejak sepekan terakhir. Menyusul banjir yang melanda puluhan kecamatan di wilayah tersebut.
“Kami sudah bersiaga sejak banjir sebelumnya yang berdampak di 24 kecamatan. Saat ini fokus kami pada wilayah-wilayah yang masih membutuhkan evakuasi. Dan bantuan logistik,” kata Rustam.
Di Desa Legok, Kecamatan Kemiri, banjir merendam sedikitnya 540 kepala keluarga. Yang tersebar di empat RT. Yakni RT 10, 11, 12, dan 14.Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 30 hingga 160 sentimeter.
Menurut Rustam, banjir dipicu oleh tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir. Serta meluapnya Sungai Cipasilian. Sungai tersebut mengalir dan terhubung dengan wilayah Kecamatan Kemiri, Sukamulya. Dan Kronjo, sehingga dampak banjir meluas ke sejumlah kawasan.
Selain evakuasi warga, PMI juga mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan siap saji. Mi instan, beras, dan telur. Bantuan tersebut disalurkan melalui pengurus RT dan RW setempat. Untuk memenuhi kebutuhan darurat warga selama banjir.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. PMI terus berkoordinasi dan bersinergi dengan BPBD, Tagana, serta unsur relawan. Dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Agar penanganan lebih cepat dan efektif,” ujarnya. (Otg)

