Berita Branding Infrastruktur Inspirasi
Beranda » Berita » Peningkatan Jalan di Rajeg Disorot, Warga Nilai Pelaksanaan Diduga Tak Sesuai Teknis Konstruksi

Peningkatan Jalan di Rajeg Disorot, Warga Nilai Pelaksanaan Diduga Tak Sesuai Teknis Konstruksi

BBS.COM | TANGERANGProyek peningkatan jalan utama di RT 02/RW 14 Perumahan Permata Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran Rp150 juta, menjadi sorotan warga. Kamis,(16/7/2026).

Proyek yang berada di bawah kewenangan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang tersebut. Dilaksanakan oleh CV Mevazi Karya Abadi.

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, saat pekerjaan masih pada tahap awal atau Mutual Check 0% (MC 0%), pelaksanaan proyek. Diduga belum sepenuhnya mengacu pada metode teknis konstruksi yang dipersyaratkan.

Sejumlah temuan di lapangan di antaranya tidak terlihat adanya pekerjaan pembongkaran dan pembersihan terhadap permukaan jalan paving block eksisting. Sebelum tahapan pekerjaan berikutnya dilakukan. Pekerja diduga langsung memasang bekisting pembatas badan jalan di atas permukaan paving block lama.

Setelah itu, material agregat disebut langsung dihamparkan di atas badan jalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi proses pemadatan dan berpotensi mengurangi ketebalan konstruksi. Apabila tidak sesuai dengan perencanaan teknis maupun gambar kerja.

Bimtek DPRD Prabumulih di Tengah Efisiensi, Anggaran Disorot

Selain itu, bekisting pembatas jalan yang masih berada di bawah lapisan agregat juga menjadi sorotan. Karena dinilai berpotensi memengaruhi volume dan ketebalan pekerjaan beton. Sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Salah seorang warga setempat yang meminta namanya tidak dipublikasikan menyayangkan metode pelaksanaan pekerjaan tersebut.

“Sangat disayangkan,papan nama proyek juga tidak terlihat di lokasi. Untuk pekerjaan beton paving ini tidak terlihat adanya pembongkaran dan pembersihan terlebih dahulu. Bekisting pembatas badan jalan langsung dipasang, kemudian agregat dihamparkan. Kami khawatir ketebalan beton nantinya tidak sesuai dengan gambar dan volume yang direncanakan,” ujarnya.

Menurut warga, kualitas pekerjaan jalan sangat bergantung pada tahapan awal pelaksanaan, termasuk persiapan lokasi, pemadatan, dan kesesuaian metode kerja dengan spesifikasi teknis. Ironisnya ada beberapa titik bekisting di gantung diduga untuk corring saat PHO.

Sorotan tersebut memunculkan pertanyaan terkait pengawasan pekerjaan, kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen kontrak, serta kepatuhan terhadap standar konstruksi yang berlaku.

Pengawas Dipertanyakan, Konsultan Enggan Menjawab: Proyek Jalan Teluk Jakarta Rp1,46 Miliar Disorot

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang ,dugaan temuan tersebut. Konfirmasi dari pihak terkait masih dinantikan untuk memberikan penjelasan atas pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

(Jaenudin)

Berita Populer

01

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rakernis 2025, Wujudkan Sinergi dan Profesionalitas Polisi Satwa

02

Pembangunan SMP Negeri 5 Curug Tertunda, Oknum Perangkat Desa Diduga Lakukan Pemerasan

03

Integritas Gubernur Banten Diuji dalam Proses Pengisian Jabatan Sekda

04

Kabupaten Tangerang Cetak Rekor! Investasi 2024 Tembus Rp26,2 Triliun

05

Keluarga Besar Persaudaraan Pencak Silat Sin Lam Ba Gintung

Kalender

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930