BBS.COM| BANTEN – Administrasi Pimpinan Provinsi Banten bersama PJS Banten menggelar temu media dan diskusi terkait Program Sarjana Penggerak Desa, bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden untuk membangun Indonesia dari desa. Program ini menargetkan pemerataan pendidikan, peningkatan kualitas SDM desa, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Plt. Kabag Materi dan Komunikasi Pimpinan, Vicky Febian, menyebutkan program telah berjalan di 300 desa. Dengan proses seleksi dilakukan langsung di desa. Agar warga merasa memiliki. Mahasiswa peserta kuliah di kampus terdekat. Mendapat bantuan biaya hidup Rp1 juta per bulan, dan diharapkan kembali mengabdi di desa asal.
Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa, Herman, menyatakan dari 1.552 desa di Banten, 1.238 desa berpotensi menjadi sasaran. Pemprov menyediakan Rp100 juta per desa, dengan Rp20 juta khusus untuk mahasiswa. Lulusan program diharapkan berkontribusi pada sektor ketahanan pangan. Pertanian, kehutanan, perkebunan, dan perikanan.
Pengurus PJS Banten, Saeroji, menekankan peran media dalam edukasi, informasi, kontrol sosial, dan hiburan untuk mendukung pembangunan desa. Pemprov menargetkan 200 desa tambahan dapat bergabung pada tahap berikutnya, dengan seleksi yang ketat agar bantuan tepat sasaran.
Herman menambahkan, “Mudah-mudahan para peserta bukan hanya mengembangkan dirinya. Tetapi juga membangun desanya. Desa adalah sentra pembangunan republik ini.” (Suheli)

