Berita Branding Inspirasi Pendidikan
Beranda » Berita » Polresta Tangerang Dukung Pendidikan Vokasi

Polresta Tangerang Dukung Pendidikan Vokasi

BBS.COM | TANGERANG — Polresta Tangerang mendukung optimalisasi program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Dan pendidikan vokasi industri untuk memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda terhadap keterampilan dan lapangan pekerjaan.

Dukungan tersebut.Ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Banten dan PT Gyokai Indonesia Kompeten. Dalam optimalisasi program Poliran dan pendidikan vokasi industri.

Penandatanganan berlangsung di Gedung Gyokai Indonesia Kompeten, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, persoalan pengangguran tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi. Tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Berdasarkan data yang disampaikannya tingkat pengangguran di Provinsi Banten saat ini mencapai sekitar 6,7 persen atau sekitar 650.000 orang.

274 Petugas Pemulasaraan Jenazah di Tangerang Ikuti Pelatihan

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kepolisian mendorong kolaborasi dengan dunia industri. Untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, pelatihan, hingga pekerjaan.

“Apabila tingkat pengangguran tidak bisa kita kurangi, tentu akan berimplikasi terhadap gangguan kamtibmas. Kegiatan hari ini adalah wujud kehadiran negara dan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujar Hengki.

Menurut Hengki, program Poliran yang telah berjalan sekitar dua tahun ditujukan untuk memberikan keterampilan. Kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Program tersebut.Kemudian diperkuat melalui kerja sama dengan dunia industri.Salah satunya melalui pendidikan vokasi yang diselenggarakan PT Gyokai Indonesia Kompeten.

Gabungkan pendidikan dan kebutuhan industri

Program pendidikan vokasi tersebut menghubungkan pendidikan di sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan kebutuhan perusahaan melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik.

Desa Sodong Tangerang Masuk 30 Besar Nominasi Nasional Penurunan Stunting

Sekitar 30 hingga 40 persen pembelajaran dilakukan di kelas, sedangkan 60 persen lainnya dilaksanakan langsung di industri.

Dengan pola tersebut, peserta didik dapat memperoleh pengalaman kerja sebelum lulus sekaligus berkesempatan mendapatkan penghasilan selama mengikuti program.

“Sambil sekolah mereka bisa bekerja di industri dan mempunyai penghasilan. Saat magang satu tahun, mereka menerima upah sekitar 80 persen, dan setelah lulus serta bekerja 100 persen. Mereka akan menerima upah sesuai dengan UMK atau UMP setempat,” jelas Hengki.

PT Gyokai Indonesia Kompeten saat ini bermitra dengan sekitar 200 perusahaan yang dapat menjadi tempat magang. Maupun penempatan kerja peserta program.

Polresta Tangerang siap dukung

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pihaknya siap mendukung implementasi program tersebut. Terutama karena Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas industri yang cukup besar.

Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali

Menurut dia, keberadaan industri perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah sekitar.

“Kami juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, produktif. Dan memiliki peluang ekonomi,” ujar Indra Waspada.

Ia menilai program yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri memiliki nilai strategis. Karena memberikan bekal keterampilan sekaligus membuka akses yang lebih jelas menuju dunia kerja.

Indra Waspada menambahkan, pihaknya akan mendorong jajaran Polsek untuk membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, sekolah. Tokoh masyarakat, dan dunia usaha dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.

“Semangatnya adalah kolaborasi. Ketika pemerintah, kepolisian, dunia pendidikan dan dunia industri bergerak bersama. Kita berharap semakin banyak masyarakat usia produktif yang mendapatkan akses pelatihan dan pekerjaan,” tuturnya.

Pelatihan dan penempatan kerja

Sementara itu. CEO PT Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengatakan, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat usia produktif. Untuk mengikuti pelatihan sekaligus mendapatkan akses penempatan kerja.

“Nanti dilatih sama kita dan ditempatkan di perusahaan yang cocok. Tidak ada sarana (syarat khusus) tertentu buat masyarakat yang ingin masuk ke sini. Selama umurnya masih produktif, silakan kemari saja. Nanti kita cari penempatannya yang sesuai dengan spesifikasi perusahaan,” kata Teguh.

Meski terbuka bagi masyarakat usia produktif, peserta tetap harus mengikuti tahapan seleksi untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan industri.

Tahapan tersebut meliputi pendaftaran, pemeriksaan fisik, rangkaian tes, hingga wawancara.

Setelah seluruh tahapan selesai. Peserta akan ditempatkan pada perusahaan yang sesuai dengan spesifikasi dan kompetensinya.

“Kita ada mekanismenya. Mulai dari mendaftar di sini, pengecekan fisik, lalu mengikuti rangkaian tes hingga wawancara. Setelah wawancara selesai, baru dilakukan penempatan kerja,” pungkasnya.

*Red

Berita Populer

01

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rakernis 2025, Wujudkan Sinergi dan Profesionalitas Polisi Satwa

02

Pembangunan SMP Negeri 5 Curug Tertunda, Oknum Perangkat Desa Diduga Lakukan Pemerasan

03

Keluarga Besar Persaudaraan Pencak Silat Sin Lam Ba Gintung

04

Integritas Gubernur Banten Diuji dalam Proses Pengisian Jabatan Sekda

05

Kabupaten Tangerang Cetak Rekor! Investasi 2024 Tembus Rp26,2 Triliun

Kalender

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930