BBS.COM | SERANG — Layanan Trans Banten Koridor 3 dengan rute Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Ciceri–Terminal Pakupatan–Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sindangsari terus dimanfaatkan masyarakat.Sejak diluncurkan Pemerintah Provinsi Banten pada 4 Oktober 2025.
Hingga semester pertama 2026. Layanan transportasi publik gratis tersebut telah melayani 187.783 penumpang. Bus Trans Banten beroperasi setiap hari. Mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untirta. Cut Mutia Rahma, mengaku kehadiran Trans Banten sangat membantu mobilitas mahasiswa menuju kampus.
“Trans Banten sangat membantu. Khususnya bagi kalangan mahasiswa. Rute yang dilalui juga menghubungkan Untirta, UIN. Dan sejumlah kampus lainnya di Kota Serang sehingga dapat menghemat biaya transportasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan sopir Trans Banten, Agus Suryono.Menurutnya, Koridor 3 menjadi salah satu rute yang banyak digunakan pelajar, mahasiswa, pegawai pemerintah. Hingga tenaga kesehatan di RSUD Banten.
Ia mengatakan, pada hari aktif perkuliahan. Bus dari Terminal Pakupatan menuju Kampus Untirta kerap dipenuhi penumpang. Dalam satu perjalanan, jumlah pengguna bahkan dapat mencapai sekitar 60 orang.
“Pada akhir pekan. Trans Banten juga dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian bersama keluarga,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan layanan Trans Banten dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik. Sekaligus mendukung mobilitas menuju kawasan pendidikan dan pusat pelayanan publik.
Koridor 3 melintasi sejumlah fasilitas penting, antara lain Polda Banten, BNN Provinsi Banten, KPU Provinsi Banten, BPBD Provinsi Banten. Laboratorium Kesehatan Daerah Banten, RSUD Banten, Untirta, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Universitas Banten Jaya (Unbaja). Poltekkes Kemenkes Banten, dan Universitas Bina Bangsa (Uniba).
Menurut Andra, kehadiran Trans Banten tidak hanya memberikan kemudahan transportasi. Tetapi juga mendorong masyarakat membiasakan penggunaan angkutan massal dan sistem pembayaran non-tunai.
“Banyak sekali area publik yang dilalui. Semoga layanan ini terus tumbuh dan berkembang,” ujar Andra Soni.

