Berita Branding Infrastruktur Inspirasi
Beranda » Berita » Retak Usai Dicor, Proyek Jalan Grand Permata Jadi Sorotan

Retak Usai Dicor, Proyek Jalan Grand Permata Jadi Sorotan

BBS.COM | TANGERANG – Proyek pembangunan peningkatan jalan di Perumahan Grand Permata Sepatan, RT 01 / RW 010. Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2026 melalui aspirasi dewan dengan nilai Rp148.284.000. Menuai sorotan setelah muncul dugaan pelaksanaan pekerjaan yang tidak mengacu pada spesifikasi teknis.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Pakuhaji Berkah Utama dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender. Di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang.

Hasil pemantauan media bersama lembaga di lokasi pekerjaan menemukan sejumlah kondisi yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Di antaranya, metode pemasangan bekisting yang diduga dilakukan sebelum penghamparan agregat sehingga posisi bekisting berada di bawah lapisan agregat. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi ketebalan efektif beton dan mutu konstruksi jalan.

Selain itu, media juga mengamati sebagian pekerja diduga tidak maksimal menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)l. Sebagaimana diatur dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar keselamatan kerja di lapangan.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Maesyal Rasyid Resmi Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

“Kalau saya lihat, pekerjaannya terkesan asal jadi. Bekisting dipasang lebih dulu, baru agregat dihampar. Saya khawatir kualitas jalan ini tidak akan bertahan lama,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Menurut warga, proses pengecoran dimulai sekitar pukul 04.30 WIB hingga selesai sekitar pukul 10.20 WIB. Ia juga menilai campuran beton terlihat lebih encer dibandingkan pekerjaan konstruksi pada umumnya.

Warga kemudian menunjukkan adanya retak-retak halus (hairline crack) pada permukaan beton yang baru selesai dicor. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera diperiksa oleh instansi teknis untuk memastikan penyebabnya. Ia juga menduga posisi bekisting yang berada di bawah lapisan agregat menyebabkan ketebalan beton pada bagian tepi tidak merata. Sehingga terdapat bagian permukaan beton yang berada di bawah elevasi bekisting dan berpotensi mengurangi volume maupun ketebalan beton. Sebagaimana yang dipersyaratkan dalam gambar kerja.

Selama pemantauan berlangsung, media tidak melihat keberadaan konsultan pengawas di lokasi. Namun demikian, media belum dapat memastikan apakah konsultan pengawas tidak berada di lokasi selama pelaksanaan pekerjaan. Atau hadir pada waktu yang berbeda.

Warga juga menyoroti proses curing beton yang menurut pengamatannya tidak dilakukan secara merata. Karena penggunaan plastik pelindung hanya terlihat pada sebagian area pekerjaan.

Polresta Tangerang Hadir Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih

Atas berbagai temuan tersebut. Masyarakat berharap DBMSDA Kabupaten Tangerang segera melakukan inspeksi teknis menyeluruh. Terhadap proyek dimaksud. Pemeriksaan diharapkan mencakup kesesuaian metode pelaksanaan, ketebalan beton, mutu material, volume pekerjaan. Serta pelaksanaan pengawasan di lapangan. Apabila hasil pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian dengan dokumen kontrak maupun spesifikasi teknis. Masyarakat meminta agar dilakukan evaluasi dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan. Pihak CV Pakuhaji Berkah Utama, konsultan pengawas. Maupun Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi. (Jaenudin)

Berita Populer

01

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rakernis 2025, Wujudkan Sinergi dan Profesionalitas Polisi Satwa

02

Pembangunan SMP Negeri 5 Curug Tertunda, Oknum Perangkat Desa Diduga Lakukan Pemerasan

03

Integritas Gubernur Banten Diuji dalam Proses Pengisian Jabatan Sekda

04

Kabupaten Tangerang Cetak Rekor! Investasi 2024 Tembus Rp26,2 Triliun

05

Pemkab Tangerang Implementasikan Aplikasi Real Time Pengelolaan Dana Desa

Kalender

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31