Berita Branding Infrastruktur Inspirasi
Beranda » Berita » Proyek Paving TPU Cibadak Cisauk Disorot, Pengawasan Dinas Dipertanyakan

Proyek Paving TPU Cibadak Cisauk Disorot, Pengawasan Dinas Dipertanyakan

BBS.COM | TANGERANG – Proyek Penataan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Cibadak RW 002, Desa Suradita. Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan. Setelah ditemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Benteng Kautsar. Dengan nilai kontrak sebesar Rp99.998.000 dan masa pelaksanaan 30 hari kalender. Proyek tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026.

Hasil pemantauan di lokasi menunjukkan adanya dugaan bahwa proses pemadatan tanah dasar belum dilakukan secara maksimal. Sebelum pemasangan lapisan agregat dan paving block. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena pemadatan merupakan salah satu tahapan penting. Dalam pekerjaan konstruksi untuk menjaga stabilitas dan daya tahan permukaan.

Apabila tahapan pemadatan tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penurunan permukaan (settlement).Yang dapat memengaruhi kualitas dan umur layanan konstruksi paving block.

Selain aspek teknis, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi sorotan. Di lokasi pekerjaan terlihat sejumlah pekerja yang diduga belum menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, seperti helm proyek dan sepatu keselamatan, saat aktivitas konstruksi berlangsung.

PJS dan BNPB Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang

Menanggapi temuan tersebut, Suparta, aktivis LSM Harapan Rakyat Indonesia Maju (HARIMAU), meminta pihak pelaksana dan dinas terkait melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan.

“Pemadatan tanah dasar merupakan tahapan penting dalam pekerjaan paving block. Jika tidak dilakukan sesuai ketentuan, dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kualitas dan umur konstruksi. Selain itu, penggunaan APD bagi pekerja juga harus menjadi perhatian demi keselamatan kerja,” ujar Suparta.

Ia berharap pengawas proyek dapat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis, standar mutu, dan ketentuan keselamatan kerja yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek CV Benteng Kautsar maupun Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.

(AMRIZAL)

Andra Soni Dukung Target Kredit Rakyat Rp400 Triliun

Berita Populer

01

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rakernis 2025, Wujudkan Sinergi dan Profesionalitas Polisi Satwa

02

Pembangunan SMP Negeri 5 Curug Tertunda, Oknum Perangkat Desa Diduga Lakukan Pemerasan

03

Keluarga Besar Persaudaraan Pencak Silat Sin Lam Ba Gintung

04

Integritas Gubernur Banten Diuji dalam Proses Pengisian Jabatan Sekda

05

Kabupaten Tangerang Cetak Rekor! Investasi 2024 Tembus Rp26,2 Triliun

Kalender

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031