BBS.COM | JAKARTA – Prabowo Subianto meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri. Serta melakukan groundbreaking 107 SPPG Polri. Dalam acara yang digelar di SPPG Polri Palmerah, Jakarta. Jumat (13/2/2026). Peresmian turut diwarnai dialog hangat. Melalui konferensi video dengan sejumlah Polda di berbagai daerah.
Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi fondasi utama stabilitas nasional. Ia mengapresiasi langkah Polri yang tidak hanya memperkuat pasokan pangan. Tetapi juga mendukung pemenuhan gizi masyarakat.Khususnya anak-anak.
“Saya sangat bahagia dan bangga melihat langsung hasil kerja ini. Ini akan mengamankan ketahanan pangan kita sekaligus membantu gizi anak-anak Indonesia. Ini sesuatu yang sangat penting bagi stabilitas negara,” ujar Presiden.
Dari Bekasi, jajaran Polda Metro Jaya melaporkan pengembangan ekosistem rantai pasok bahan baku SPPG di Desa Pantai Harapan Jaya. Kecamatan Muara Gembong. Pada lahan seluas 49 hektare. Dikembangkan budidaya ikan nila dan bandeng, udang windu. Dan vaname, ayam petelur. Serta ternak kambing secara terpadu.

Panen raya yang dilaksanakan meliputi 108 ribu ekor ikan nila. Dan bandeng, 600 ribu ekor udang, 1.000 ayam petelur. Serta 100 ekor kambing. Hasilnya akan didistribusikan ke 57 SPPG Polda Metro Jaya. Guna mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.
Sementara itu. Polda Papua Barat melaporkan pembangunan delapan SPPG. Termasuk enam di wilayah terpencil dan terluar (3T). Di Kampung Wamesa, Kabupaten Kaimana, pembangunan menghadapi tantangan geografis dan cuaca ekstrem, dengan distribusi material melalui jalur darat dan laut.
Polda Papua Barat juga mengembangkan rantai pasok berbasis potensi lokal. Seperti sayur mayur, ikan, daging rusa, dan buah. Serta mendatangkan sebagian bahan pokok dari Surabaya untuk menjamin ketersediaan beras, ayam, telur, dan susu.
Dari Kalimantan, Polda Kalimantan Selatan melaporkan pembangunan 35 SPPG, termasuk 10 di wilayah terpencil dan pondok pesantren. Pengelolaan keamanan pangan dilakukan menyeluruh, mulai dari deteksi alergen, pengawasan kesehatan oleh dokter kepolisian. Hingga pemanfaatan limbah menjadi eco-enzyme dan pakan ternak.
Adapun Polda Jawa Tengah mencatat jumlah SPPG terbanyak secara nasional, termasuk yang dibangun di pondok pesantren dan daerah terdampak banjir. Di Jawa Timur, Polda Jawa Timur meresmikan Gedung Ketahanan Pangan Polri di Mojokerto sebagai gudang. Khusus jagung pertama di provinsi tersebut. Yang dikelola bersama Perum Bulog guna menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Menutup kegiatan, Presiden Prabowo kembali menekankan bahwa keamanan negara sangat erat kaitannya dengan keamanan pangan.
“Negara aman kalau pangannya aman. Teruskan pengabdianmu dengan sebaik-babaiknya. Jadikan Polri selalu hadir di tengah rakyat sebagai penggerak, pengaman, dan penjaga keselamatan bangsa,” tegas Presiden.

