Berita Inspirasi Pendidikan
Beranda » Berita » Peran Generasi Muda Islam dalam Menjaga NKRI dari Radikalisme

Peran Generasi Muda Islam dalam Menjaga NKRI dari Radikalisme

Peran Generasi Muda Islam dalam Menjaga NKRI dari Radikalisme

BBS.COM | MEDAN – Peran Generasi Muda Islam dalam Menjaga NKRI dari Radikalisme. Generasi muda Islam, khususnya para remaja masjid, di harapkan menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran paham radikal seperti Khilafah. Hal ini di sampaikan oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof. Dr. Ansari Yamamah, MA, dalam acara Mudzakarah Umat bertema “Menegakkan Izzul Islam wal Muslimin dalam Koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia” yang di gelar di Masjid Imanurrahman, Medan Helvetia.

Peran Generasi Muda Islam dalam Menjaga NKRI dari Radikalisme

Pentingnya Berpikir Terbuka dan Visioner

Prof. Ansari menekankan bahwa generasi muda Islam harus berpikir transitif, yakni terbuka, kritis, dan visioner dalam menyikapi isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.

“Kita harus menumbuhkan semangat patriotisme dan rasa cinta tanah air dalam diri anak-anak muda sebagai bagian dari keimanan,” ungkapnya.

Islam Nusantara dan Nilai Keindonesiaan

Ia juga menjelaskan bahwa cara beragama umat Islam di Indonesia memiliki kekhasan tersendiri yang di kenal dengan istilah Islam Nusantara. Islam di Indonesia di kenal ramah, santun, dan menjunjung tinggi toleransi terhadap perbedaan. Nilai-nilai ini sejalan dengan Pancasila sebagai dasar negara dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

“Islam Nusantara adalah cara beragama yang menyatu dengan budaya lokal tanpa merusak nilai dasar agama,” tegasnya.

Kapolresta Tangerang Pastikan Armada Siap Jelang Operasi Ketupat Maung 2026

Khilafah Dinilai Tidak Cocok untuk Indonesia

Lebih jauh, Prof. Ansari menyatakan bahwa konsep Khilafah tidak sesuai di terapkan di Indonesia. Negara ini menjunjung tinggi demokrasi, pluralitas, dan kebhinekaan.

“Islam di Indonesia menghargai keberagaman dan menjunjung nilai-nilai kebersamaan, bukan pemaksaan ideologi tunggal,” ujarnya.

Pancasila Sebagai Benteng Ideologis

Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Penasihat Himpunan Muda-Mudi Islam Akbar (HIMMIA), Muhammad Fharisi, M.Sos, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi Pancasila merupakan bentuk jihad ideologis untuk memperkuat nasionalisme.

“Pancasila bukan sekadar simbol, tapi memiliki nilai-nilai luhur yang harus dihayati dan diamalkan. Ini bagian dari iman kita,” kata Fharisi.

Harapan untuk Keberlanjutan Kegiatan Edukasi Ideologi

Salah seorang peserta, Abdul Fatah, tokoh masyarakat Kelurahan Dwikora, menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap ideologi Pancasila dan menangkal radikalisme. Ia berharap acara serupa terus di lakukan secara berkesinambungan.

Gubernur Banten Ajak Masyarakat Tingkatkan Syukur dan Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadan

(Rizky/Tim)

Berita Populer

01

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rakernis 2025, Wujudkan Sinergi dan Profesionalitas Polisi Satwa

02

Pembangunan SMP Negeri 5 Curug Tertunda, Oknum Perangkat Desa Diduga Lakukan Pemerasan

03

Integritas Gubernur Banten Diuji dalam Proses Pengisian Jabatan Sekda

04

Pemkab Tangerang Implementasikan Aplikasi Real Time Pengelolaan Dana Desa

05

Kabupaten Tangerang Cetak Rekor! Investasi 2024 Tembus Rp26,2 Triliun

Kalender

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031