BBS.COM| TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan pembangunan Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan. Akan segera dilaksanakan tetelah anggarannya dialokasikan dalam APBD Tahun 2026. Dan saat ini memasuki tahapan proses lelang.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat memimpin rapat perbaikan Jalan Pakuhaji–Sepatan di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (4/1/2026).
“Jalan Pakuhaji–Sepatan sudah kami anggarkan pada APBD 2026 dan saat ini sedang dalam proses lelang. Kami minta camat menyosialisasikan kepada masyarakat agar bersabar karena seluruh tahapan harus mengikuti mekanisme yang berlaku,” kata Maesyal Rasyid.
Bupati menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang untuk melakukan perbaikan sementara. Dengan penambalan menggunakan material makadam pada titik-titik kerusakan parah, sambil menunggu pelaksanaan pekerjaan permanen.
Ia juga meminta partisipasi pengembang untuk membantu perbaikan sementara sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Serta mengimbau pengemudi truk bertonase berat untuk sementara menghindari ruas Jalan Pakuhaji–Sepatan.
“Terkait keluhan masyarakat. Kami tegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan tonase. Dan jam operasional truk tambang harus dipatuhi. Agar tidak memperparah kerusakan jalan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah mengatakan Jalan Raya Pakuhaji atau Gardu Tanah Merah. Merupakan jalan kabupaten dengan panjang lebih dari 8 kilometer, dengan tingkat kerusakan hampir 50 persen. Atau sekitar 2,8 kilometer dalam kondisi rusak berat dan rusak.
“Pada APBD 2026 dialokasikan anggaran sekitar Rp7,4 miliar. Yang saat ini sedang dalam proses lelang. Kontrak pekerjaan ditargetkan dapat dimulai pada awal Maret 2026,” kata Iwan.
Selain anggaran tersebut, Pemkab Tangerang juga menyiapkan dukungan pendanaan melalui pergeseran Belanja Tidak Terduga (BTT). Untuk perbaikan darurat sepanjang kurang lebih 2 kilometer secara bertahap.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga melibatkan pengembang melalui dana CSR guna menjaga fungsionalitas. Jalan sebelum perbaikan permanen dilaksanakan terutama menjelang Ramadan yang diperkirakan meningkatkan mobilitas masyarakat. *

