BBS.COM | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang Bangun Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Maternal, Hemodialisa. Dan Rawat Inap 6 lantai di RSUD Balaraja. Rabu (17/6/2026).
Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking).Yang dilakukan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajaran manajemen RSUD Balaraja, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perangkat daerah terkait.
Maesyal mengatakan pembangunan gedung baru tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Khususnya di wilayah Tangerang bagian barat.
“Ini merupakan bentuk antisipasi dan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya pasien yang berobat ke RSUD Balaraja,” kata Maesyal dalam sambutannya.
Menurut dia. RSUD Balaraja tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Tangerang. Tetapi juga pasien dari sejumlah daerah sekitar. Seperti Kabupaten Serang hingga Bogor.
Karena itu. Kata dia, Peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
“Rumah sakit ini melayani masyarakat yang sangat luas. Karena itu kita harus menyiapkan fasilitas yang memadai agar pelayanan kepada pasien semakin optimal,” ujarnya.
Maesyal berharap pembangunan gedung tersebut dapat berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan infrastruktur kesehatan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan yang cepat, ramah, bersih, nyaman, dan profesional,” katanya.
Sementara itu. Direktur RSUD Balaraja dr. Chorah Usman mengatakan pembangunan gedung baru dilakukan. Untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan. Yang terus meningkat sekaligus memenuhi standar pelayanan rumah sakit.
Menurut dia, fasilitas IGD Maternal yang ada saat ini masih terbatas. Padahal pelayanan maternal dan neonatal membutuhkan sarana yang sesuai standar. Untuk mendukung keselamatan ibu dan bayi.
Selain itu. Kebutuhan layanan Hemodialisa atau cuci darah juga terus meningkat setiap tahun.
Saat ini, kapasitas ruang Hemodialisa di RSUD Balaraja hanya mampu menampung 13 mesin atau tempat tidur. Sehingga antrean pasien masih cukup tinggi.
“Dengan pembangunan ruang Hemodialisa yang baru dan lebih luas. Kapasitas pelayanan dapat ditingkatkan hingga mencapai 40 mesin atau tempat tidur. Ini akan sangat membantu mengurangi antrean pasien yang membutuhkan layanan cuci darah,” ujar Chorah.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap pembangunan gedung IGD Maternal, Hemodialisa, dan Rawat Inap tersebut. Dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat peran RSUD Balaraja sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Tangerang dan sekitarnya.(Sul)

