BBS.COM | SERANG — Gubernur Banten, Andra Soni, mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada momentum Lebaran untuk mengutamakan keselamatan. Menjaga kesehatan, serta mempersiapkan kebutuhan perjalanan secara matang.
Ia meminta warga yang hendak meninggalkan rumah agar melaporkan rencana keberangkatannya kepada pengurus rukun tetangga (RT). Dan rukun warga (RW) setempat guna menjaga keamanan lingkungan.
“Pertama, saya menganjurkan masyarakat yang akan mudik untuk melaporkan diri kepada RT dan RW. Hal ini penting untuk menjaga keamanan lingkungan. Selama ditinggalkan,” ujar Andra di Serang. Selasa (17/3/2026).
Selain itu. Warga yang meninggalkan kendaraan pribadi di rumah disarankan untuk menitipkannya di kantor kepolisian terdekat. Sebagai langkah antisipasi terhadap tindak kejahatan, seperti pencurian.
Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Andra menekankan pentingnya memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta mematuhi peraturan lalu lintas.
“Perhatikan betul kondisi kendaraan dan tetap tertib di jalan. Utamakan keselamatan agar mudik aman dan keluarga nyaman,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar pemudik tidak memaksakan diri jika dalam kondisi lelah atau kurang sehat. Serta memantau prakiraan cuaca sebelum memulai perjalanan.
“Jangan sampai kondisi tidak fit. Tetapi dipaksakan. Pastikan juga cuaca mendukung saat akan melakukan perjalanan,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pemerintah Provinsi Banten menyiagakan 94 posko mudik yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Posko tersebut menyediakan fasilitas tempat istirahat dan layanan pemeriksaan kesehatan bagi pemudik.
“Masyarakat dapat memanfaatkan posko-posko tersebut untuk beristirahat dan memeriksa kesehatan selama perjalanan,” kata Andra.
Ia turut mengapresiasi berbagai organisasi dan elemen masyarakat yang berpartisipasi dalam pendirian posko mudik. Guna mendukung kelancaran serta keselamatan perjalanan masyarakat.

