BBS.COM | SERANG, 25 Februari 2026 – Sekretariat Daerah Provinsi Banten menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebagai langkah strategis menyelaraskan seluruh program kerja dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dan delapan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni–Achmad Dimyati Natakusumah.
Asisten Administrasi Umum Setda Banten, Rina Dewiyanti, menekankan bahwa kepala biro dan unit kerja harus memastikan program kerja tahun 2027. Selaras dengan arah kebijakan pimpinan. Ia juga menegaskan pentingnya inovasi mendasar. Dan program yang produktif, bermanfaat, dan tidak sekadar seremonial.
“Harus dilakukan extraordinary atau out of the box. Bagaimana kita mampu menjawab program ke depan. Jangan sampai program-program nostalgia saja,” kata Rina di Ruang Rapat Setda Provinsi Banten.
Rina menambahkan. Setiap program harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejalan dengan tugas ASN untuk mengatur dan melayani. Kepercayaan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mendukung kepatuhan pajak. Yang berkontribusi pada kemandirian fiskal Provinsi Banten dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 76,42 persen.
“Ketika kepercayaan masyarakat terbangun, kewajiban membayar pajak tetap terpelihara. Manfaat pendapatan daerah bisa digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan, dan sanitasi lingkungan,” ujarnya.
Forum OPD ini diikuti sekitar 100 peserta, terdiri dari unit kerja, OPD, dan pemangku kepentingan. Menurut Ketua Panitia dan Kepala Biro Adpim Setda Banten, Arif Agus Rakhman. Kegiatan ini menjadi tahapan perencanaan pembangunan daerah untuk tahun anggaran 2027, termasuk menyepakati program prioritas. Mempertajam indikator kinerja, dan menyinkronkan rancangan kerja dengan dokumen perencanaan serta aspirasi masyarakat.
Rina menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah bagi aparatur untuk mengawal dan melaksanakan program prioritas gubernur. Memastikan delapan program strategis Provinsi Banten bisa berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

