BBS.COM | TANGERANG–DPC-KAI Kabupaten Tangerang Ajak Warga Jaga Wilayah dan Lawan Provokator. Aksi anarkisme massa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan kerusakan besar di berbagai wilayah. Tindakan brutal yang tidak masuk akal ini dipicu oleh kebijakan kenaikan tunjangan anggota DPR RI yang dinilai sangat tidak pantas di tengah kesulitan ekonomi. Yang sedang melanda masyarakat luas.
Kemarahan publik semakin memuncak setelah sejumlah wakil rakyat terlihat menari-nari dalam sebuah acara. Dan mengeluarkan pernyataan yang dianggap merendahkan. Seperti penggunaan kata “tolol” terhadap pihak-pihak. Yang menyuarakan pembubaran lembaga legislatif tersebut.
Situasi semakin memanas ketika seorang pengemudi ojek online (ojol). Dilaporkan meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis milik Brimob saat berlangsungnya demonstrasi. Peristiwa tragis ini menyulut emosi massa dan memperluas gelombang aksi ke berbagai daerah.
“Kami turut prihatin atas kondisi yang terjadi saat ini. Secara khusus, kami menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa yang meninggal dalam aksi demonstrasi tersebut,” ujar Sukardin, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kongres Advokat Indonesia (DPC-KAI) Kabupaten Tangerang, pada Minggu (31/08/2025).
Sukardin mendesak aparat penegak hukum agar memproses seluruh peristiwa tersebut secara transparan, berkeadilan, dan tuntas, demi menjaga kepercayaan publik terhadap hukum dan institusi negara.
Selain itu, ia juga mengimbau para wakil rakyat agar lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan kepada masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit.
“Situasi ekonomi yang sulit membuat masyarakat sangat sensitif. Wajar jika mereka marah. Apalagi ketika mendengar kata-kata yang dianggap menyakitkan. Itu bisa memicu ledakan emosi yang tak terkendali,” tegasnya.
Advokat yang juga pemerhati sosial ini memprediksi bahwa suhu politik nasional akan semakin memanas dalam beberapa hari ke depan. Aksi massa yang semula bertujuan menyampaikan aspirasi. Kini berubah menjadi gelombang protes yang disertai aksi anarkis.
Sejumlah pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, kantor polisi. Hingga rumah pribadi milik anggota legislatif dilaporkan telah dijarah dan dibakar oleh massa.
Melihat situasi yang mengkhawatirkan ini, Sukardin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.
“Kami mengajak semua warga untuk bersama-sama menjaga wilayahnya agar tetap kondusif. Lawan provokator yang mencoba merusak kedamaian. Penyampaian aspirasi dijamin oleh Undang-Undang, namun merusak fasilitas umum. Adalah pelanggaran hukum. Yang memiliki konsekuensi serius,” pungkasnya.