BBS.COM| JAKARTA , 12 Februari 2026 – Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit)Korsabhara Baharkam Polri.Brigjen Pol Suhendri S.IK., M.P.Sdm.Hadir sebagai narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor). Dan Tatap Muka National Security Downstream Indonesia 2026.Yang digelar di PT. SMART Tbk., Unit Marunda, Jakarta Utara. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid.Diikuti jajaran pimpinan perusahaan, auditor internal. Serta pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) seperti PT SOS, PT ISS, dan PT GBN.
Dalam paparannya, Brigjen Pol Suhendri menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan pengelola industri. Untuk menjaga stabilitas keamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas). “Membangun sistem pengamanan bukan merupakan beban biaya, melainkan aset jangka panjang bagi perusahaan. Keamanan bukan hanya tanggung jawab petugas security, tetapi tugas seluruh komponen perusahaan,” tegasnya.
Dirpamobvit menjelaskan, sesuai Kepres No. 63 Tahun 2004. Pengelola Obvitnas bertanggung jawab atas pengamanan internal. Sedangkan Polri memberikan bantuan melalui Jasa Pengamanan dan Jasa Sistem Manajemen Pengamanan (SMP). Beberapa poin strategis yang disampaikan antara lain:
- Regulasi Pengamanan: Penjelasan dasar hukum Baharkam Polri dalam memelihara Kamtibmas. Termasuk aturan penyampaian pendapat di muka umum di area Obvitnas sesuai UU No. 9 Tahun 2010.
- Strategi Pengamanan Modern: Pendekatan menyeluruh mulai dari pengamanan fisik, pendekatan sosiologis.Hingga pengamanan berbasis analisis risiko (risk assessment).
- Implementasi SMP: Pemaparan mendalam mengenai lima elemen SMP sebagai standar wajib untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.
Acara ini juga menjadi forum diskusi interaktif antara Polri dan industri downstream di Indonesia. Termasuk perwakilan unit di Surabaya, Tarjun, Lubuk Gaung, Lampung, Medan. Hingga Bogor yang mengikuti secara daring.
Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan yang konsisten.Diharapkan tidak hanya mendukung keberlangsungan bisnis perusahaan. Tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional dan citra positif Indonesia di mata dunia.

