BBS.COM | TANGERANG – Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung sejumlah lokasi banjir di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Minggu (8/3/2026), menyusul tingginya curah hujan yang menyebabkan banjir di sekitar 15 kecamatan.
Dalam peninjauan tersebut. Maesyal Rasyid didampingi jajaran perangkat daerah. Antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Sosial, serta Palang Merah Indonesia (PMI).
Beberapa titik yang dikunjungi. Di antaranya Kelurahan Bencongan. Kecamatan Kelapa Dua; Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug. Serta Perumahan Nuansa Mekarsari 2 di Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg.
“Berdasarkan laporan dari BPBD, ada kurang lebih 15 kecamatan yang terdampak banjir akibat curah hujan yang sangat tinggi. Dan berlangsung cukup lama sejak malam hingga pagi hari,” kata Maesyal.

Ia mengatakan pemerintah daerah. Bersama instansi terkait langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan. Sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak yang mengungsi di masjid maupun balai warga.
Selain curah hujan tinggi. Maesyal menyebut banjir juga dipicu kondisi pintu air yang tidak berfungsi optimal. Serta meningkatnya debit air di Sungai Cilongok yang bermuara ke Sungai Cirarab.
Untuk penanganan darurat. Pemerintah daerah menyiagakan pompa air di wilayah. Yang merupakan daerah cekungan. Agar genangan dapat segera dialirkan menuju sungai.
“Pompa air akan disiagakan terutama. Di kawasan perumahan yang berada di cekungan. Jika air tidak bisa mengalir ke sungai. Maka akan dipompa menggunakan pompa berdiameter 12 inci.Seperti yang sudah dilakukan di Bencongan,” ujarnya.

Pemkab Tangerang juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Mulai dari layanan kesehatan dari puskesmas, obat-obatan, tempat tidur bagi lansia, selimut. Hingga bantuan logistik berupa beras, mi instan, sarden. Dan minyak goreng dapur umum juga akan didirikan. Untuk memenuhi kebutuhan makan warga. Khususnya saat sahur dan berbuka puasa.
Ke depan, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah penanganan jangka menengah. Seperti pemasangan pompa tambahan di Bencongan, pembangunan tanggul. Di Kali Sabi sepanjang sekitar satu kilometer dengan tinggi sekitar satu meter. Serta normalisasi dan pelebaran sungai di wilayah Kadu Jaya yang mengalami penyempitan.
Menyusul prediksi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam beberapa hari ke depan. Maesyal menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk tetap siaga.
Ia juga meminta para camat menyiapkan lokasi pengungsian seperti masjid,sekolah. Maupun balai warga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Semoga tidak terjadi banjir yang lebih luas. Namun jika terjadi kita sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi,” kata dia.*

