BBS.COM | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Amanah Rasa Optima yang berlokasi di Kecamatan Rajeg, Jumat (19/12/2025). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang . Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) usia produktif di tengah tantangan bonus demografi.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa Kabupaten Tangerang setiap tahun menghadapi penambahan sekitar 60–80 ribu penduduk usia produktif. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan.Agar masyarakat mampu terserap di dunia kerja.
“Setiap tahun masyarakat usia produktif terus bertambah. Kabupaten Tangerang merupakan wilayah industri, perdagangan, dan jasa sehingga banyak masyarakat dari luar daerah datang untuk mencari pekerjaan. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah menyiapkan kualitas SDM agar siap kerja. Salah satunya melalui LPK seperti ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Tangerang telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari menjalin kerja sama dengan perusahaan. Menyediakan bantuan permodalan melalui perbankan dan BUMD, hingga mengembangkan program kewirausahaan. Namun demikian, keberadaan balai dan lembaga pelatihan kerja masih sangat dibutuhkan. Sebagai penghubung antara pencari kerja dan kebutuhan industri.
“BLK yang dimiliki Pemda saat ini masih terbatas. Dengan hadirnya LPK Amanah Rasa Optima.Diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah daerah. Dalam mencetak calon tenaga kerja yang siap pakai,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara LPK, perusahaan. Dan Dinas Tenaga Kerja agar pelatihan. Yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.
“Jangan sampai industri membutuhkan keahlian tertentu, tetapi yang kita latih justru tidak sesuai. Maka komunikasi dan kerja sama dengan perusahaan sangat penting,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LPK Amanah Rasa Optima, Ali Muchtar. Menyampaikan bahwa lembaga. Yang dipimpinnya berkomitmen. Untuk berkontribusi dalam penyaluran tenaga kerja, khususnya bagi generasi muda. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat amanah dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengoptimalkan penempatan tenaga kerja ke Jepang. Melalui kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan.
“Kami melihat potensi demografi anak-anak muda ini sangat besar, namun penyaluran tenaga kerjanya masih terbatas. Insyaallah melalui LPK ini, kami siap membantu memfasilitasi pelatihan dan penempatan tenaga kerja agar memiliki kompetensi serta daya saing,” pungkasnya.
(**/Otg)

