BBS.COM | TANGERANG – Moch. Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) bersama seluruh mitra pelaksana. Agar lebih responsif dan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait komposisi dan kondisi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Permintaan tersebut.Disampaikan dalam forum evaluasi dan koordinasi Program MBG.Bersama BGN di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (26/2/2026).
Bupati Maesyal Rasyid menegaskan, MBG merupakan investasi strategis. Untuk memutus mata rantai persoalan gizi yang masih menjadi tantangan nasional. Karena itu. Kualitas makanan yang disajikan kepada anak-anak.Harus menjadi prioritas utama.
“Program ini bukan sekadar membagikan makanan. Makanan harus segar, bersih, bebas bakteri, dan benar-benar layak konsumsi. Agar berkontribusi pada pemenuhan gizi anak,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sekitar 170 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menjalankan program MBG di Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memfasilitasi percepatan perizinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Melalui dukungan Dinas Kesehatan dan penerbitan dokumen oleh DPMPTSP.
Selain itu, Pemkab Tangerang mendorong pembentukan forum atau koordinator SPPG di tingkat kabupaten. Guna memperkuat sistem koordinasi dan mempercepat penanganan persoalan di lapangan.
Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah menambahkan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait kualitas makanan dan komposisi gizi dari sejumlah dapur SPPG. Ia meminta pengawasan diperketat sebelum makanan didistribusikan.
“Pastikan jenis, kondisi, dan komposisi gizinya sesuai. Jangan sampai ada makanan berjamur atau tidak layak konsumsi,” tegasnya.
Menurutnya, selain kandungan gizi. Aspek rasa dan variasi menu juga harus diperhatikan. Agar anak-anak tidak bosan. Dan tetap antusias mengikuti program tersebut.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Deputi BGN Bidang Pemantauan dan Pengawasan, Iwan Dwi Susanto, menegaskan MBG. Merupakan program strategis dengan dampak luas. BGN, kata dia, tidak pernah berniat menghadirkan makanan berkualitas rendah.
“Kami tidak hanya mengisi perut anak-anak.Tetapi memastikan kandungan gizi terpenuhi. Dan memberikan dampak ekonomi yang luas,” ujarnya.
Program MBG menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam mempercepat penanganan masalah gizi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.*

