BBS.COM| SERANG- Baru hitungan minggu pekerjaan pemeliharaan jalan Aspal Jembatan Ciomas–Cadasari. Sudah berlubang di wilayah Desa Sukarena menuai sorotan warga. Pasalnya, aspal hotmix yang baru sudah mengalami kerusakan.
Warga menilai pelaksanaan pekerjaan tersebut.Diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Dalam kontrak Rencana Anggaran Biaya (RAB). Beberapa indikasi yang disoroti.Antara lain proses pengaspalan dengan suhu panas yang tidak maksimal. Pembersihan lokasi yang kurang optimal karena tidak menggunakan kompresor angin hingga ke dasar pondasi. Serta penggunaan agregat yang dinilai tidak maksimal. Selain itu, ketebalan aspal hotmix terlihat terlalu tipis sehingga kualitas dan umur pakainya diragukan.
Pantauan wartawan di lapangan pada Sabtu (26/12/2025) menunjukkan sejumlah titik permukaan aspal sudah berlubang. Ketebalan aspal tampak tipis dan tergenang air setelah hujan. Dari lima jembatan yang dilakukan pengaspalan, dua di antaranya telah mengalami kerusakan berupa lubang.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Aktivis Banten, Agus. Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat sekitar untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Baik bagi pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur Ciomas–Cadasari.
“Baru beberapa minggu selesai diperbaiki, tapi sekarang sudah terlihat rusak. Kalau dibiarkan, kami khawatir kerusakannya akan semakin parah,” ujar Agus.
Ia berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan dan perbaikan ulang agar kualitas pekerjaan sesuai standar dan tidak mengecewakan masyarakat. Agus juga meminta agar ke depan pelaksanaan pemeliharaan jembatan dilakukan dengan pengawasan yang lebih teliti dan ketat. Terutama terkait ketebalan aspal dan kualitas material, sehingga hasil pekerjaan lebih tahan lama dan aman untuk dilintasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tindakan perbaikan dari pihak pelaksana ataupun Dinas PUPR Provinsi Banten. Terkait penyebab kerusakan jembatan yang baru dikerjakan tersebut.
(Suheli)

