BBS.COM | TANGERANG — Kampung Jimpitan di Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Didorong menjadi percontohan penerapan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) bagi wilayah lain di Provinsi Banten. Kampung ini dinilai mampu mengembangkan lingkungan yang ramah anak, aman bagi perempuan, serta mendukung pemberdayaan masyarakat.
Ketua Tim Penilai RBI Provinsi Banten, Irna Narulita, mengatakan Kampung Jimpitan telah memenuhi sejumlah indikator program RBI. Mulai dari penyediaan ruang aman bagi anak dan perempuan hingga pengembangan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Penilaian tersebut disampaikan Irna saat melakukan verifikasi lapangan lomba RBI tingkat Provinsi Banten di Kampung Jimpitan, Jumat (23/10/2026).
Menurut Irna, penataan lingkungan yang baik menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang publik yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Keberadaan ruang bermain yang memadai juga dapat mendorong anak lebih aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
“Dengan penataan yang baik, setiap orang tua merasa aman ketika anaknya bermain. Sisi positif lainnya, anak-anak juga tidak banyak bermain gawai. Mereka berkembang secara alami dengan dunianya,” ujar Irna.
Kembangkan fasilitas edukasi dan pemberdayaan warga
Irna mengapresiasi pengelolaan fasilitas publik di Kampung Jimpitan yang melibatkan partisipasi masyarakat, termasuk Forum Anak Kota Tangerang.
Berbagai kegiatan edukatif dikembangkan untuk mendukung tumbuh kembang anak, antara lain peningkatan literasi. Melalui perpustakaan daring, kegiatan mendongeng, ruang edukasi, dan aktivitas kreatif.
Kampung Jimpitan juga menyediakan pusat pembelajaran bagi warga lanjut usia. Sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang inklusif. Bagi seluruh kelompok masyarakat.
Di sisi lain.Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kampung tersebut. Warga menjalankan berbagai kegiatan produktif. Mulai dari pemilahan sampah dan pertanian perkotaan (urban farming). Hingga pengembangan keterampilan dan kewirausahaan.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perempuan sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.
“Ibu-ibu di sini semuanya berdaya. Tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga. Tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk keterampilan. Yang berdampak pada peningkatan perekonomian keluarga,” kata Irna.
Dalam verifikasi lapangan, tim penilai meninjau sejumlah fasilitas, termasuk pusat edukasi. Posyandu, perpustakaan, bank sampah, tempat budi daya magot, ruang edukasi anak, serta sarana dan prasarana jalan.
Peninjauan tersebut.Dilakukan untuk memastikan kesesuaian fasilitas dan pelaksanaan kegiatan dengan indikator penilaian program RBI.
Pernah menjadi lokasi percontohan nasional
Pengelola Kampung Jimpitan, Slamet Haryanto, mengatakan keberhasilan penataan lingkungan. Di wilayahnya tidak terlepas dari kesadaran kolektif dan semangat gotong royong masyarakat.
Menurut dia. Keterlibatan warga menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan fasilitas publik. Dan berbagai kegiatan pemberdayaan yang telah dikembangkan.
Pada 2025. Kampung Jimpitan ditunjuk oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Sebagai salah satu dari tujuh lokasi percontohan penerapan RBI tingkat nasional.
Penetapan tersebut. Membuat Kampung Jimpitan semakin dikenal sebagai lokasi pembelajaran bagi pemerintah daerah maupun pihak lain yang ingin mengembangkan program serupa.
“Setelah penetapan tersebut, banyak yang berkunjung ke kampung kami,tidak hanya dari daerah-daerah di Bante tetapi perwakilan dari Ibu Kota Nusantara (IKN).Serta pemerintah pusat juga datang untuk mempelajari tata kelola penerapan RBI di sini,” ujar Slamet.
Sebelumnya, pada 2023.Kampung Jimpitan juga terpilih sebagai lokasi rujukan studi. Tiru kampung berkualitas tingkat nasional oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Sejumlah daerah yang pernah melakukan kunjungan pembelajaran antara lain Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kota Bandar Lampung, dan Kota Bandung.
Pengalaman tersebut memperkuat posisi Kampung Jimpitan sebagai salah satu referensi pengembangan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Ke depan, praktik pengelolaan Kampung Jimpitan diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Banten. Pendekatan yang mengintegrasikan perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, layanan edukasi dan kesehatan. Serta penguatan ekonomi warga dinilai dapat menjadi salah satu model pembangunan lingkungan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

