BBS.COM | TANGERANG — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendorong para Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Hal itu.Disampaikan Maesyal saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT).Yang dibuka Gubernur Banten Andra Soni di Hotel Harris Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Senin (24/8/2026).
“Kami, pemerintah daerah tentu berharap para PPAT ini bisa lebih berkontribusi pada peningkatan PAD untuk pembangunan daerah. Khususnya di Kabupaten Tangerang,” kata Maesyal.
Menurut Maesyal, PPAT memiliki peran strategis dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan dan peralihan hak atas tanah masyarakat. Karena itu, ia meminta para PPAT menjalankan profesinya secara profesional, jujur, dan berintegritas.

“Saya minta kepada para PPAT bekerja profesional, jujur dan berintegritas, membantu masyarakat untuk dapat memberikan kepastian hukum. Atas hak-haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai menimbulkan konflik yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai PPAT merupakan profesi penting sekaligus mitra pemerintah daerah dalam menciptakan tertib administrasi. Dan kepastian hukum terkait hak atas tanah masyarakat.
Andra juga menekankan peran PPAT dalam membantu pemerintah kabupaten dan kota mengoptimalkan potensi PAD, terutama melalui penerimaan BPHTB.
“Profesi ini merupakan profesi yang sangat penting dalam kehidupan kita, kehidupan bernegara dan dalam pemerintahan. Pejabat Pembuat Akta Tanah merupakan mitra pemerintah daerah. Khususnya kabupaten/kota dalam rangka memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah dari BPHTB,” kata Andra.
Ia juga mengimbau para PPAT untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan regulasi. Serta dinamika wilayah yang menjadi ruang lingkup tugas mereka.
Menurut Andra, peningkatan kapasitas diperlukan agar PPAT dapat beradaptasi secara cepat terhadap perubahan. Dan tetap memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat.
“Selamat melaksanakan Rakernas dan upgrading, karena memang perlu upgrading agar semakin cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan regulasi,” ujarnya.
Andra atas nama Pemerintah Provinsi Banten juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada para PPAT. Dari berbagai daerah di Indonesia yang menghadiri Rakernas II IPPAT.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Rakernas II IPPAT Ellies Daini mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.350 PPAT dari seluruh Indonesia.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang selama ini terus membangun sinergi. Serta memberikan kepercayaan kepada anggota IPPAT dalam menjalankan tugas dan profesinya.
“Semoga Rapat Kerja Nasional II ini selain menjadi media silaturahmi bagi kita. Juga melahirkan gagasan dan langkah nyata untuk kemajuan bersama,” kata Ellies.(Sul)

