BBS.COM | TANGERANG – Pelaksanaan proyek pembangunan Situ Cilongok di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan sejumlah warga dan aktivis. Proyek tersebut dipertanyakan karena diduga tidak dilengkapi papan informasi kegiatan.Serta adanya sejumlah temuan di lapangan yang dinilai perlu mendapat perhatian dari instansi terkait, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, pekerjaan pasangan batu kali pada proyek tersebut menjadi perhatian warga. Sejumlah pihak menilai metode pemasangan batu yang dilakukan perlu diawasi secara ketat. Guna memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Selain itu, proses pengadukan material disebut dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin molen. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait standar pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan kualitas hasil pekerjaan yang nantinya akan diterima.
Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku meragukan kualitas pekerjaan pasangan batu yang sedang berlangsung.
“Kalau dilihat secara kasat mata, pasangan batu di bagian bawah terlihat cukup tipis. Kami berharap pekerjaan ini benar-benar diawasi agar hasilnya sesuai dengan perencanaan dan dapat bertahan lama,” ujarnya.
Warga juga menyoroti tidak terlihatnya papan informasi proyek di sekitar lokasi pekerjaan. Menurut mereka, keberadaan papan proyek merupakan bagian dari transparansi publik yang memuat informasi mengenai sumber anggaran. Nilai kontrak, pelaksana kegiatan, serta waktu pelaksanaan pekerjaan.
Selain aspek kualitas konstruksi, masyarakat turut menyoroti penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek. Beberapa warga mengaku tidak melihat penggunaan perlengkapan keselamatan kerja yang memadai oleh pekerja selama kegiatan berlangsung.

Pekerjaan yang dilakukan di area perairan juga menjadi perhatian. Warga mempertanyakan metode pelaksanaan konstruksi pada bagian dasar yang tergenang air. Mereka menilai perlu adanya pengawasan teknis yang lebih ketat untuk memastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar konstruksi. Dan menghasilkan bangunan yang kuat serta tahan lama.
Masyarakat berharap Dinas terkait maupun pihak pengawas proyek dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pekerjaan. Guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, volume pekerjaan, standar keselamatan kerja, serta ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait. Mengenai berbagai masukan dan dugaan yang disampaikan warga tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh penjelasan dan tanggapan dari pihak-pihak terkait.
(Imadudin/Tim)

