BBS.COM| BANTEN – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten. Untuk melakukan inovasi dan terobosan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Agar lebih efektif dan tepat sasaran.Hal ini disampaikan alam Rapat Koordinasi BAZNAS di Kelurahan Cimuncang Kota Serang.Selasa (7/4/2026) di mana Dimyati juga menunaikan zakat melalui BAZNAS.
Dimyati menekankan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural harus:
- Membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat melalui program tunai.
- Menyusun program strategis dengan perencanaan matang dan rencana aksi yang jelas.
- Bekerja secara efektif dan efisien, menghindari biaya operasional tinggi.
- Menyalurkan bantuan yang tepat sasaran, misalnya renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bagi lansia atau disabilitas. Dan bantuan modal bagi generasi muda produktif.
- Memilih mustahik yang benar-benar membutuhkan.
Kinerja dan Program BAZNAS Banten
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, melaporkan bahwa dalam tiga bulan setelah dilantik, BAZNAS telah melaksanakan:
- Pengumpulan, pendistribusian, pengendalian, dan pelaporan zakat, infak, dan sedekah.
- Rencana peluncuran gerakan infak pelajar tingkat SMA dan SMK pada 10 April 2026.
- Sosialisasi zakat, infak, dan sedekah kepada pelaku industri di Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Hingga Maret 2026, pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di Provinsi Banten mencapai Rp 12 miliar, dengan rincian:
- 70% (Rp 8 miliar) dikelola oleh UPZ BAZNAS Pemprov Banten.
- 30% (Rp 4 miliar) dikelola oleh BAZNAS Provinsi Banten.
Sementara itu, zakat, infak, dan sedekah ASN Pemprov Banten per tahun mencapai Rp 19 miliar, atau rata-rata Rp 1,6 miliar per bulan.(Otg)

