BBS.COM | TANGERANG — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mendorong Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS). Di tingkat kabupaten dan kecamatan. Untuk mengubah pola kerja dari reaktif menjadi responsif dan terencana guna meningkatkan efektivitas program penanganan stunting.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten dan Kecamatan Tahun 2026 yang digelar di Hotel Vega, Jumat (13/2/2026).
“Saya perlu menyampaikan secara terbuka namun konstruktif bahwa kita harus mengubah pola kerja dari reaktif menjadi responsif. Dan terencana untuk meminimalisir kinerja yang kurang optimal,” kata Intan.
Ia menegaskan, penanganan stunting bukan sekadar mengejar target angka dan penyusunan laporan administratif. Melainkan menyangkut masa depan anak-anak serta kualitas generasi penerus daerah. Karena itu, pendekatan konvergensi dinilai harus dijalankan secara terpadu dan terkoordinasi. Agar intervensi spesifik maupun sensitif benar-benar tepat sasaran bagi keluarga yang membutuhkan.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah di Kabupaten Tangerang, termasuk jajaran kecamatan, harus bergerak dalam satu irama mulai dari analisis situasi. Pelaksanaan program, hingga monitoring dan evaluasi (monev) kinerja.
“Peningkatan kinerja ini mencerminkan seberapa besar komitmen dan keseriusan kita dalam menjalankan program percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Intan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Agar setiap program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Mari kita jadikan momentum rapat koordinasi ini sebagai titik awal perbaikan. Kita perkuat komitmen, kita perbaiki tata kelola. Kita tingkatkan kualitas data, dan kita pastikan setiap program benar-benar memberi dampak nyata,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah, para camat. Serta seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang.*

