BBS.COM | SERANG – Dampak kemarau panjang mulai dirasakan warga Kampung Kadu Garen. Desa Cemplang, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten. Warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.
Desa Cemplang yang berada di kawasan kaki Gunung Karang tersebut kerap menghadapi persoalan kekeringan setiap musim kemarau tiba. Kondisi ini menjadi tantangan bagi masyarakat. Terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan rumah tangga.
Sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga dilaporkan mulai mengering. Akibatnya, ketersediaan air bersih semakin terbatas sehingga masyarakat terpaksa mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Rusdi, salah seorang warga Desa Cemplang, mengatakan bahwa masyarakat sangat membutuhkan pasokan air bersih. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan air minum, warga harus membeli air mineral.
“Kami di sini sangat membutuhkan air bersih. Selama ini, kami harus membeli air mineral seharga Rp2.000 per galon. Itu pun kalau ada pedagang yang datang ke sini,” ujar Rusdi.
Ia menjelaskan, warga bersama Ketua RT 04 dan RT 05 telah menggelar musyawarah. Untuk mencari solusi atas kesulitan air yang mereka alami.
Dari hasil musyawarah tersebut, warga menyepakati iuran sebesar Rp20.000 per kepala keluarga (KK) untuk membeli air dari kampung sebelah.
“Alhamdulillah, air sudah bisa mengalir meskipun jumlahnya masih terbatas,” katanya.
Kesulitan mendapatkan air bersih juga dirasakan warga lainnya, Iroh. Ia mengaku harus mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Walaupun harus mengantre, tidak apa-apa, yang penting bisa mendapatkan air karena kebutuhan air sangat penting,” ungkap Iroh, Jumat (16/10/2026).
Menurut Iroh. Warga harus bersabar mengantre dan membatasi jumlah air yang diambil. Agar masyarakat lainnya juga mendapatkan bagian.
“Kami rela mengantre berjam-jam dan hanya bisa membawa 15 galon ukuran air mineral. Kalau mengambil terlalu banyak, warga lainnya khawatir tidak kebagian,” tuturnya.
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap pemerintah desa, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Segera turun tangan memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Pasokan air bersih dinilai sangat dibutuhkan. Agar warga dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari di tengah kemarau berkepanjangan.
Selain bantuan darurat. Masyarakat juga berharap adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekurangan air bersih. Yang kerap terjadi setiap musim kemarau.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata. Agar kebutuhan air bersih masyarakat Desa Cemplang dapat terpenuhi serta persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun.
(Suheli)

