BBS.COM | SERANG — Warga Lingkungan Tanggul, Kota Serang, Banten. Menggelar sunatan massal yang diikuti sekitar 150 anak pada 8–9 Oktober 2026. Kegiatan sosial-keagamaan tahunan ini menjadi bagian dari tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain memberikan layanan khitanan.Kepada masyarakat, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan ziarah ke makam ulama dan leluhur. Tradisi ini menjadi salah satu upaya warga untuk menjaga warisan keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah pada Kamis (8/10/2026) ke makam Waliyullah Ki Buyut yang berada di depan Gedung KPRI RAU dan makam Ki Buyut di Lingkungan Tanggul.
Pada Jumat (9/10/2026), warga bersama anak-anak peserta sunatan massal melanjutkan ziarah ke sejumlah makam ulama di wilayah Kota Serang, Banten.
Bagi masyarakat setempat, ziarah makam merupakan bagian dari tradisi yang menyertai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenang jasa para ulama dan leluhur yang berperan dalam perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat.
Kasepuhan Berharap Tradisi Tetap Terjaga
Salah seorang kasepuhan sekaligus panitia pelaksana, H. Suhaemi, berharap kegiatan ziarah dan sunatan massal dapat terus diselenggarakan setiap tahun.
Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk penghormatan kepada para ulama dan leluhur. Yang memiliki keterkaitan dengan sejarah tradisi masyarakat Lingkungan Tanggul.
“Makanya kami akan selalu menjalankan tradisi tersebut,” ujar Suhaemi kepada awak media.
Ia berharap generasi muda dapat mengenal dan melestarikan tradisi tersebut agar nilai kebersamaan, penghormatan kepada ulama. Dan kepedulian sosial tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Terbuka untuk Masyarakat Umum
Sementara itu, Asashuri, salah seorang ketua rukun warga (RW), mengatakan bahwa sunatan massal tersebut terbuka bagi masyarakat umum. Termasuk warga yang berasal dari luar Lingkungan Tanggul.
“Warga mana pun silakan mengikuti sunatan massal yang kami laksanakan secara umum,” kata Asashuri.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan didukung oleh sejumlah sumber pendanaan, mulai dari donatur, hasil lelangan pada bulan Maulid. Hingga bantuan dari dinas terkait, termasuk Dinas Kesehatan.
Selain mendapatkan layanan khitanan, setiap peserta juga menerima suvenir atau hadiah secara simbolis dari panitia. Sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.
Panitia mencatat sekitar 150 anak mengikuti sunatan massal tahun ini. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Kota Serang dan sejumlah daerah di luar kota.
Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan yang berakar pada tradisi lokal ini juga menjadi sarana pelayanan sosial yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
Perkuat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial
Penyelenggaraan sunatan massal tidak hanya bertujuan melestarikan tradisi Maulid, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
Keterlibatan panitia, dukungan para donatur, serta bantuan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut.
Melalui kegiatan ini, warga berharap semakin banyak keluarga yang terbantu dalam memperoleh layanan khitanan bagi anak-anak mereka. Pada saat yang sama, tradisi tersebut.Diharapkan tetap menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas sosial.
Perpaduan antara kegiatan keagamaan dan pelayanan sosial ini menunjukkan bahwa tradisi yang diwariskan oleh generasi terdahulu. Dapat terus dipertahankan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tablig Akbar Digelar Sabtu Malam
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lingkungan Tanggul dijadwalkan berlanjut dengan acara tablig akbar pada Sabtu malam (10/10/2026).
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Masjid Jami Al-Ittihad, Lingkungan Tanggul, Kota Serang.
Asashuri mengatakan, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat direncanakan hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wali Kota Serang. Unsur kecamatan, Lurah Cimuncang, Kapolsek, serta para kiai, ulama, dan kasepuhan di Kota Serang.
Namun, kehadiran para undangan masih menunggu konfirmasi dari masing-masing pihak.
Tablig akbar diharapkan menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiah, memperkuat hubungan antarmasyarakat. Dan menjaga kesinambungan tradisi keagamaan yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Melalui rangkaian ziarah makam ulama.Sunatan massal, dan tablig akbar, masyarakat Lingkungan Tanggul berupaya mempertahankan tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW.Sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan.
Bagi warga setempat, pelestarian tradisi bukan hanya tentang mempertahankan kegiatan yang diwariskan para pendahulu, tetapi juga menjaga nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial agar tetap hidup di tengah masyarakat. (Suheli)

