Berita Branding Infrastruktur Inspirasi
Beranda » Berita » Rekonstruksi Jalan Desa Ranjeng Kembali Disorot, Publik Menanti Penjelasan Teknis

Rekonstruksi Jalan Desa Ranjeng Kembali Disorot, Publik Menanti Penjelasan Teknis

BBS.COM | SERANG — Pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan Desa Ranjeng di kawasan Perumahan BCP 1, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Kembali menjadi sorotan.Setelah sebelumnya muncul pertanyaan mengenai metode pelaksanaan dan penerapan keselamatan konstruksi. Perhatian kini tertuju pada penjelasan teknis dari pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

Proyek rekonstruksi Jalan Desa Ranjeng di Perumahan BCP 1 disebut menggunakan anggaran yang berasal dari pokok-pokok pikiran (pokir). Anggota DPRD.Dalam pelaksanaannya, pekerjaan yang dikerjakan CV Global Banten Konstruksi tersebut. Menjadi perhatian publik karena muncul dugaan adanya ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan dokumen kontrak dan kondisi teknis di lapangan.

Proyek tersebut tercantum dalam SPK Nomor 620/06-PK,HS.1096651400/SPK/RKN,JL,DS,RJNG(BCP 1) KPA-BM/DPUPR/2026 tertanggal 20 Agustus 2026. Sumber pendanaannya berasal dari DAU-APBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2026.

Nilai kontrak proyek sekitar Rp329,5 juta dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender. Pekerjaan tercatat dilaksanakan oleh CV Global Banten Konstruksi.

Proyek Tanggul Cipangodokan Diminta Transparan, Volume dan Spesifikasi Perlu Dicek

Metode Pekerjaan Menjadi Pertanyaan

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi badan jalan lama yang sebelumnya menggunakan paving block.

Berdasarkan pantauan di lokasi, paving block eksisting terlihat masih berada di area pekerjaan ketika material sirtu telah dihampar dan bekisting dipasang pada sisi badan jalan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai desain dan metode konstruksi yang diterapkan. Apakah paving block eksisting memang harus dibongkar, atau dapat dipertahankan sebagai bagian dari struktur di bawah konstruksi baru, perlu dipastikan berdasarkan gambar kerja, spesifikasi teknis, serta metode pelaksanaan yang telah ditetapkan.

Karena itu, penilaian terhadap kesesuaian pekerjaan tidak cukup hanya berdasarkan pengamatan visual. Kondisi lapangan perlu dicocokkan dengan dokumen kontrak, gambar kerja, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, serta instruksi atau persetujuan teknis yang berlaku.

Selain keberadaan paving block, aspek lain yang perlu diperiksa antara lain jenis dan ketebalan lapisan pondasi, proses pemadatan, elevasi badan jalan, serta ketebalan dan mutu beton apabila pekerjaan menggunakan perkerasan kaku atau rigid pavement.

Siswa SMK Penerbangan Diminta Kuasai Bahasa Inggris untuk Bersaing di Dunia Kerja

Pemadatan dan Elevasi Perlu Dibuktikan

Pemadatan merupakan salah satu tahapan penting dalam pekerjaan konstruksi jalan.

Material yang telah dihampar harus memenuhi persyaratan teknis sesuai spesifikasi pekerjaan, termasuk tingkat kepadatan yang dipersyaratkan. Karena itu, keberadaan alat pemadat maupun aktivitas pemadatan secara visual belum cukup untuk memastikan bahwa lapisan pekerjaan telah memenuhi standar.

Diperlukan hasil pengujian atau pemeriksaan teknis untuk memastikan tingkat kepadatan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam kontrak.

Hal serupa berlaku terhadap elevasi badan jalan. Pemasangan bekisting sebelum pengecoran harus mengacu pada ukuran dan elevasi yang ditentukan dalam gambar kerja.

Apabila terdapat perbedaan antara kondisi aktual dan desain, perbedaan tersebut semestinya dapat diketahui melalui pengukuran lapangan yang dilakukan oleh pelaksana bersama pihak pengawas.

7 Siswa Berpretasi Asal Tangerang Kuliah ke Tiongkok

Kualitas Tidak Cukup Dinilai dari Tampilan

Kualitas pekerjaan konstruksi tidak semata-mata dapat dinilai dari tampilan permukaan yang terlihat secara kasatmata.

Mutu konstruksi juga berkaitan dengan jenis material, ketebalan setiap lapisan, tingkat kepadatan, elevasi, mutu beton, prosedur pelaksanaan, hingga hasil pengujian yang dipersyaratkan.

Oleh karena itu, pemeriksaan terhadap dokumen pekerjaan dan hasil pengujian menjadi penting, terutama ketika pekerjaan telah memasuki tahapan lanjutan.

Aspek volume pekerjaan juga perlu mendapat perhatian. Pengukuran bersama atau pemeriksaan volume diperlukan untuk memastikan pembayaran pekerjaan didasarkan pada volume yang benar-benar terpasang dan memenuhi persyaratan kontrak.

Keselamatan Konstruksi Juga Perlu Dipastikan

Selain metode pelaksanaan, penerapan keselamatan konstruksi di lokasi pekerjaan juga menjadi perhatian.

Lokasi proyek berada pada badan jalan yang masih berpotensi bersinggungan dengan aktivitas masyarakat. Karena itu, pengamanan area pekerjaan, pemasangan rambu, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengaturan akses kendaraan dan pejalan kaki, serta langkah pencegahan terhadap potensi kecelakaan perlu dipastikan berjalan sesuai ketentuan.

Meski demikian, kondisi visual di lapangan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran keselamatan konstruksi.

Penilaian tersebut memerlukan pemeriksaan terhadap penerapan sistem keselamatan konstruksi beserta dokumen dan prosedur yang menjadi bagian dari pelaksanaan proyek.

Warga Pertanyakan Tahapan Penanganan Badan Jalan

Di tengah pelaksanaan pekerjaan, seorang warga yang menyaksikan proyek tersebut turut mempertanyakan tahapan penanganan badan jalan lama. Atas pertimbangannya, warga tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut warga tersebut, paving block yang sebelumnya menjadi badan jalan tidak terlihat dibongkar sebelum pekerjaan berikutnya dilakukan.

“Awalnya jalan paving block. Tidak ada pembongkaran, langsung dipasang bekisting kemudian diberi sirtu. Seharusnya paving block dibongkar terlebih dahulu, kemudian dilakukan lapis pondasi bawah menggunakan agregat dan dipadatkan,” ujar warga tersebut, Rabu (7/10/2026).

Warga itu juga mempertanyakan proses pemadatan material yang menurut pengamatannya belum terlihat dilakukan secara maksimal.

“Kalau paving block lama tidak dibongkar lalu langsung dihampar sirtu, pemadatannya bagaimana? Yang terlihat di lapangan tidak ada pemadatan yang maksimal,” katanya.

Pernyataan warga tersebut merupakan hasil pengamatan dan pemahamannya terhadap pekerjaan di lapangan. Untuk memastikan apakah tahapan tersebut telah sesuai dengan desain dan spesifikasi teknis proyek, tetap diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen perencanaan, metode pelaksanaan, serta hasil pengujian teknis.

Publik Menunggu Klarifikasi

Munculnya sejumlah pertanyaan teknis tersebut membuat penjelasan dari KPA, PPK, konsultan pengawas, dan pelaksana pekerjaan menjadi penting.

Publik perlu mendapatkan penjelasan apakah metode yang diterapkan di lapangan telah sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.

Apabila paving block eksisting memang sengaja dipertahankan, dasar teknis keputusan tersebut perlu dijelaskan. Demikian pula apabila terdapat perubahan metode dari rencana awal, perlu diketahui apakah perubahan tersebut telah melalui prosedur dan persetujuan yang dipersyaratkan dalam kontrak.

Penjelasan berbasis data teknis diperlukan agar penilaian terhadap proyek tidak berhenti pada dugaan maupun pengamatan visual semata.

Hingga saat ini, persoalan mengenai kesesuaian pekerjaan masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi. Belum dapat disimpulkan adanya pelanggaran kontrak, ketidaksesuaian spesifikasi, maupun pelanggaran keselamatan konstruksi tanpa pemeriksaan teknis dan dokumen proyek.

Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi CV Global Banten Konstruksi, KPA, PPK, konsultan pengawas, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Serang.

Hasil klarifikasi dan pemeriksaan teknis selanjutnya akan menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah pelaksanaan proyek telah berjalan sesuai kontrak, spesifikasi teknis, standar mutu pekerjaan, serta ketentuan keselamatan konstruksi. (Rumaidi)

Berita Populer

01

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rakernis 2025, Wujudkan Sinergi dan Profesionalitas Polisi Satwa

02

Pembangunan SMP Negeri 5 Curug Tertunda, Oknum Perangkat Desa Diduga Lakukan Pemerasan

03

Keluarga Besar Persaudaraan Pencak Silat Sin Lam Ba Gintung

04

Integritas Gubernur Banten Diuji dalam Proses Pengisian Jabatan Sekda

05

Kabupaten Tangerang Cetak Rekor! Investasi 2024 Tembus Rp26,2 Triliun

Kalender

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031